Sandiaga-Uno
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. (foto: Dok. Metrotvnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menilai sistem pelaporan banjir yang ada saat ini masih kurang optimal.

Sebab, kata Sandiaga Uno, dari data tentang banjir yang masuk masih ada data yang tidak akurat. “Dari data (laporan banjir) yang masuk, 20 persen terverifikasi, 50 persennya hoax,” kata Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Oktober 2017.

Terkait hal itu, Anies-Sandi memanggil sejumlah pihak yang berhubungan dengan masalah banjir tersebut, diantaranya PPSU, BPBD, Dinas Sosial dan Diskominfo DKI Jakarta. Anies-Sandi meminta adanya pembenahan dalam sistem pelaporan banjir.

“Lalu bagaimana kita bisa bertindak dengan laporan yang tidak terverifikasi? Kita akan membuat proses pelaporan yang langsung otomatis bisa terverifikasi. Artinya mereka-mereka yang bertugas itu adalah orang-orang yang memang laporannya sahih. Ada laporan masyarakat, tapi ada juga laporan dari yang bertugas,” kata Anies Baswedan di lokasi yang sama.

Sementara itu, Pemprov DKI bersama instansi terkait akan menunjuk aparat yang akan bertugas sebagai tim pelapor. Pelapor itu bisa saja dipilih dari PSSU, RT, hingga relawan.

“Intinya adalah yang melaporkan adalah orang yang memang kita beri tugas di daerah yang rawan. Nah, siapa pelapornya nanti didiskusikan, bisa PPSU, bisa RT, bisa RW-nya, bisa relawan,” ujar Anies Baswedan. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR