Irvanto-Hendra-Pambudi-Cahyo
Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. (foto: Antara Foto/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, harianpijar.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat 13 Oktober 2017 kemarin mengagendakan pemeriksaan terhadap empat saksi guna menuntaskan ‎penyidikan korupsi e-KTP dengan tersangka Anang Sugiana Sudihardjo (ASS), Direktur Quadra Solution‎.

Selain itu, keempat saksi yang diperiksa tersebut yakni Sugiharto, Yu Bang Tjhiu alias Mony‎ (swasta), Ruddy Indrato Raden, pensiunan PNS, Kepala Bagian Umum Setditjen Dukcapil Kemendagri, dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, wiraswasta‎.‎

Sementara diketahui, Irvanto Hendra Pambudi merupakan keponakan dari Ketua DPR RI Setya Novanto. Sedangkan, untuk beberapa tersangka sebelumnya, baik Andi Narogong alias Andi Agustinus maupun Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi sempat diperiksa sebagai saksi.

Selain itu, berkaitan mencari barang bukti dalam korupsi e-KTP, KPK bahkan sempat menggeledah kediaman Irvanto Hendra Pambudi di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan.

‎Sementara, menurut Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak mengatakan dari empat saksi yang diagendakan diperiksa, ada dua orang saksi yang tidak hadir.

“Dua saksi di kasus korupsi e-KTP yang tidak hadir ialah Irvanto Hendra Pambudi dan Yu Bang Tjhiu alias Mony. Kami belum dapat memperoleh informasi terkait alasan ketidakhadiran keduanya,” kata Yuyuk Andriati Iskak.

Lebih lanjut, ditegaskan Yuyuk Andriati Iskak, minggu depan penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan pada keduanya. Karena itu, dirinya berharap baik Irvanto Hendra Pambudi maupun Yu Bang Tjhiu alias Mony untuk kooperatif memenuhi panggilan dari penyidik.

Seperti diberitakan, dalam kasus korupsi e-KTP, Anang Sugiana Sudihardjo adalah tersangka keempat setelah Irman, Sugiharto, Andi Narogong, dan Markus Nari.

Sedangkan, Ketua DPR RI Setya Novanto juga masuk dalam pusaran tersangka e-KTP namun penetapan tersangkanya gugur lantaran menang dalam praperadilan.

Atas Perbuatannya, Anang Sugiana Sudihardjo disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3‎ UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHPidana.

loading...