fahri-hamzah-1
Fahri Hamzah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan seharusnya nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah tidak dimunculkan lagi dalam dunia politik. Lain itu, menurutnya Ahok sudah menjadi terpidana kasus penodaan agama dan sekarang sedang menjalani masa tahanan selama dua tahun.

“‎Sudahlah, nggak usah diomong-omongin lagilah. Orang juga lagi menjalani masa dia sebagai, mohon maaf ini nggak etis, nggak enak disebut, tapi disebutnya kan narapidana. Jadi itu sudahlah,” kata Fahri Hamzah di DPR, Jakarta, Jumat, 13 Oktober 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Fahri Hamzah, masih banyak tokoh yang layak memimpin negeri ini. Bahkan, menurutnya banyak tokoh yang selama ini tak muncul ke panggung politik, tetapi mereka punya kontribusi besar.

“‎Percaya dirilah kita bahwa sumber kepemimpinan itu banyak, terutama nanti yang akan membebaskan kita dari beban-beban masa lalu,” tegas Fahri Hamzah.

Selanjutnya, juga dijelaskan Fahri hamzah, dirinya menduga ada kalangan yang bermanuver untuk menarik-narik kembali Ahok ke kancah politik.

“Saya tahu ada teman-teman yang manuver ingin menarik-narik kembali. Mungkin karena kecewa dengan keputusan pengadilan atau pilkada. Tetapi sudahlah, mari kita lihat ke depan,” jelasnya.

Selain itu, dikatakan Fahri Hamzah, saat ini Indonesia tengah menghadapi banyak masalah. Itu sebabnya, menurut dia, Ahok jangan diangkat-angkat lagi.

“Yang sudah aja ini masih banyak masalah. Jadi Indonesia ke depan itu harus bisa bicara tentang konsep dan kepemimpinan yang meringankan beban bangsa. Jadi yang sudah jadi beban, sudahlah. Jadi kita maju ke depan tanpa beban,” tandas Fahri Hamzah.

‎Sementara, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) paling diunggulkan menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang.

Sedangkan, menurut hasil survei Indikator Politik Indonesia pada 17-24 September 2017, Ahok berhasil mengungguli 15 tokoh, salah satu di antaranya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

loading...