Syahrini-Hotman-Paris-Hutapea
Syahrini didampingi Kuasa Hukumnya Hotman Paris Hutapea saat memenuhi panggilan Bareskrim terkait kasus First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, 9 Oktober 2017. (foto: Bintang/Adrian Putra)

JAKARTA, harianpijar.com – Pihak kepolisian saat ini tengah mengusut uang Rp1,3 miliar yang dikeluarkan oleh First Travel untuk perjalanan umrah Syahrini bersama keluarganya ke Tanah Suci.

Terkait hal itu kuasa hukum Syahrini, Hotman Paris Hutapea, menyebutkan uang tersebut merupakan biaya untuk meningkatkan fasilitas.

“Itu estimasi tambahan fasilitas di atas kelas reguler. Meng-upgrade, misal dijemput di bandara pakai Kijang, di sana dijemput pakai Sedan. Misal hotel bintang tiga, di sana jadi bintang empat,” ujar Hotman Paris Hutapea seperti dilansir detik, Kamis, 12 Oktober 2017 malam.

Selanjutnya, Hotman Paris Hutapea mengatakan, pihak First Travel langsung membayar pada pihak pemilik fasilitas.

Menurut Hotman Paris Hutapea, Syahrini tidak pernah menerima uang dari First Travel. Hal itu, menurutnya, juga tertera dalam perjanjian kontrak antara Syahrini dengan First Travel.

“Rp5 pun tidak terima uang tunai. Syahrini tidak pernah terima uang. Jadi dalam kontrak itu tidak disebutkan Syahrini menerima uang, hanya disebutkan bahwa fasilitas VVIP itu di atas kelas reguler, kira-kira estimasi Rp1,3 miliar. Hanya ditulis kira-kira, jangan-jangan First Travel utang di sana,” kata Hotman Paris Hutapea.

Syahrini-1
Syahrini. (foto: instagram/princessyahrini)

Pelantun tembang “Sesuatu” itu juga tidak mendapatkan endorse ataupun menjadi ikon untuk First Travel. Namun, kata Hotman Paris Hutapea, Syahrini mendapatkan fasilitas kelas VVIP dengan hanya membayar harga kelas umrah reguler.

“Kalau dia menerapkan jadi ikon itu kan, itu posting sekali Rp100 juta, sebagai ikon Rp1 miliar. Kalau dihitung dia berhak Rp3,5 miliar. Itu kalau diterapkan normal. Tapi itu tidak diterapkan. Dia bukan ikon, dia tidak di-endorse, dan tidak terima honor, dia hanya upgrade,” jelas Hotman Paris Hutapea.

“Artinya tidak dikasih uang, cuma dikasih mobilnya lebih mewah ya fasilitas lah, apakah si First Travel menghitung kira-kira tambahan di sana VVIP ini ada sekitar Rp1,3 M, itu estimasinya. Jadi yang diterima Syahrini di sana adalah fasilitasnya, mobilnya dijemput ke bandara, dijemput sampai ke tangga pesawat. Hotelnya berkelas, ya, nah sebagai imbalan Syahrini harus memposting kegitan dua kali selama berada di tanah suci,” tambahnya.

Hotman Paris Hutapea membantah jika Syahrini disebut menerima uang. Justru sebaliknya, kliennya itu malah mengeluarkan uang sebesar Rp197 juta untuk memberangkatkan umrah rombongannya yang berjumlah 13 orang.

“Syahrini nggak pernah terima uang. Kalau memang yang terima uang itu pantas dipenjara harusnya biro iklan sama perusahaan iklan yang telah mengiklankan First Travel selama puluhan tahun,” ujar Hotman Paris Hutapea.

“Umrahnya itu dia (Syahrini) sama ibunya kelas bisnis, orang-orang sama asistennya ekonomi. Tapi untuk 13 orang dibayarnya kelas biasa reguler. Jumlahnya 13, sebenarnya asalnya 12 orang, ada yang ketiga belas ada asisten ikut akhirnya. Untuk yang rombongan pertama Rp167 juta, terus yang satu lagi maka langsung First Travel minta Rp30 juta,” jelasnya. (sst/det)

loading...