Jokowi
. (foto: Kris/Biro Pers Setpres)

JAKARTA, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk tak mudah percaya dengan isu yang beredar di media sosial (medsos). Karena, menurutnya, di media sosial banyak sekali akun palsu yang menyebarkan berbagai isu dan berita bohong alias hoax.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Karimiyyah, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Oktober 2017 malam.

Tak hanya itu, di hadapan sejumlah ulama, tokoh masyarakat, dan warga, Presiden Jokowi juga mengingatkan tentang besarnya negara Indonesia.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa negara kita ini negara besar. Ini saya ingatkan di mana-mana,” kata Presiden Jokowi seperti yang disampaikan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Oktober 2017.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyebutkan, dalam setiap pertemuan internasional yang dihadirinya, dirinya tak segan memperkenalkan diri sebagai pemimpin negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Saya Presiden Jokowi dari negara penduduk Muslim terbesar di dunia,” ujarnya.

Bahkan, kata Presiden Jokowi, tak jarang para pemimpin dunia yang dirinya temui menyatakan kekagumannya terhadap Indonesia.

Selain itu, pemimpin dunia ada juga yang menitipkan pesan kepada Presiden Jokowi, salah satunya adalah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

“Beliau (Presiden Ashraf Ghani) mengingatkan jangan sampai ada gesekan. Pengalaman yang terjadi di Afghanistan sulit lagi dipersatukan. Sehingga kalau ada sengketa segera dirukunkan,” ujar Presiden Jokowi menyampaikan pesan dari Presiden Ashraf Ghani.

Oleh karena itu, untuk menghindari konflik dan gesekan antarmasyarakat, Presiden Jokowi berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita bohong yang dikeluarkan oleh media massa, terutama media sosial.

“Saya minta kita semua ingatkan teman, tetangga kampung, kalau ada isu terutama di media sosial itu jangan dimakan mentah-mentah. Jangan baca langsung emosi padahal itu tulisan tidak jelas siapa yang buat karena akun palsu itu banyak sekali,” kata Presiden Jokowi. (nuch/det)

loading...