Eko-Wiratmoko
Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko. (foto: Wikipedia)

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Sesmenko Polhukam Letjen TNI (Purn) Eko Wiratmoko menggeser posisi Yorrys Raweyai sebagai Ketua Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar.

Hal itu tercantum dalam surat revitalisasi bernomor KEP-252/DPP/Golkar//X/2017 yang sudah diteken oleh Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham pada Senin, 2 Oktober 2017 lalu.

Idrus Marham mengatakan, perubahan kepengurusan ini merupakan amanat Rapimnas Golkar di Balikpapan yang digelar dua bulan lalu. Ketua umum diberi mandat sepenuhnya untuk melakukan penyegaran kepengurusan.

“Itu sudah sesuai dengan keputusan Rapimnas,” kata Idrus Marham di Kantor DPP Partai Golkar, Minggu, 8 Oktober 2017.

Meskipun demikian, Idrus Marham tak mau bicara mengenai kepengurusan yang baru tersebut. Pasalnya, hal itu belum diumumkan langsung oleh Ketua Umum, Setya Novanto.

Namun, menurut Idrus Marham, Setya Novanto akan mengumumkan langsung susunan kepengurusan yang baru dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, Ketua Koordinator bidang Kesra Partai Golkar Roem Kono membantah jika perombakan pengurus tersebut dilakukan terkait sikap Yorrys Raweyai yang sempat menyuarakan pergantian terhadap Setya Novanto.

Selain Yorrys Raweyai, kata Roem Kono, banyak juga pengurus lain yang dicopot dan digeser. “Kan ada yang tidak aktif, ya diganti dong,” ujarnya.

Lebih lanjut Roem Kono mengatakan, Eko Wiratmoko dipilih menggantikan Yorrys Raweyai karena ketokohannya. Bahkan menurutnya, Partai Golkar memang butuh diisi oleh banyak Jenderal TNI untuk menguatkan kembali hubungan historis pernah terjalin dulu.

“Kita kan senang senang saja beliau seorang jenderal, berarti kepercayaan pada kita masih ada. Saya kira kita kan dulu ada hubungan historis dengan TNI. Jadi hubungan historis sampai sekarang masih terbangun,” sebut Roem Kono.

Seperti diketahui, selain Eko Wiratmoko, Letjen TNI purn Lodewijk Freidrich Paulus sudah lebih dulu mengisi jabatan Ketua Koordinator di Partai Golkar, tepatnya sebagai Ketua Koordinator Bidang Kajian Staretgis dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Dengan bergabungnya Eko Wiratmoko, maka Partai Golkar memilik dua jenderal TNI purnawirawan di dalam susunan kepengurusannya.

Selain itu, Roem Kono juga mengakui bahwa Eko Wiratmoko baru saja bergabung dengan Partai Golkar setelah pensiun dari TNI pada 2016.

Namun, menurut Roem Kono, tidak ada batasan bagi kader yang baru bergabung untuk menjadi pengurus.

“Kenapa mesti dipertanyakan. Kamu liat saja partai lain banyak ambil dari Golkar masa kita gak boleh ambil dari luar,” tandasnya. (nuch/kom)

loading...