Susilo-Bambang-Yudhoyono-SBY
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: google images/screenshot YouTube)

JAKARTA, harianpijar.com – Lembaga Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam survei terbarunya menyatakan, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di peringkat ketiga.

Menurut Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan, jika mengacu pada UU, masa jabatan presiden maksimal hanya dua periode atau 10 tahun. Namun, menurutnya nama SBY masih membayang-bayangi Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto karena publik belum memiliki calon alternatif.

“Nama SBY muncul lagi itu menunjukkan bahwa masyarakat kita belum punya alternatif pemimpin. Memang idealnya (presiden yang sudah dua periode) nggak bisa nyalon lagi, tapi masih disebut masyarakat,” kata Djayadi Hanan di Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta, Kamis 5 Oktober 2017.

Lebih lanjut, Djayadi Hanan menjelaskan, sampai saat ini masyarakat masih mencari calon presiden alternatif yang akan bertarung di Pilpres 2019, selain Jokowi dan Prabowo Subianto.

Selanjutnya, hasil survei SMRC, posisi pertama masih ditempati petahana Jokowi 45,6 persen, diurutan kedua Prabowo Subianto 18,7 persen, dan SBY 3,9 persen, sedangkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berada diposisi 1,9 persen.

Kemudian, Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo 1,8 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 1,8 persen, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 1,7 persen, Anies Baswedan 1,6 persen, dan Gatot Nurmantyo 1,3 persen.

Selain itu, Djayadi Hanan juga menegaskan, meski nama Agus Harimurti Yudhoyono masuk dalam survei tersebut, elektabilitas mantan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning TNI itu masih rendah. Dirasa sulit juga berhadapan dengan calon petahana.

“Agus masuk tapi angkanya di bawah dua persen, sehingga sangat rendah. SBY saja tiga persen. Calon lainnya angkanya masih di bawah dua persen semua,” tegas Djayadi Hanan.

“Bayangkan jika mantan presiden yang nggak bisa nyalon lagi berada pada posisi nomor 3. Artinya, masyarakat belum punya alternatif pemimpin,” lanjut Djayadi Hanan.

Sementara, survei ini dilakukan pada 3-10 September 2017. Dari 1.057 responden, margin of error survei ini kurang lebih 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

loading...