Senov-di-rs-1
Berdasarkan pantauan dilokasi sekitar RS tersebut, para awak media yang seharian berada di sekitar RS memang melihat gelagat persiapan Setya Novanto sejak pukul 18.39 WIB.

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPR RI Setya Novanto diduga telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Premier Jatinegara, Jakarta Timur pada Senin 2 Oktober 2017 malam. Lain itu, Setya Novanto sebagaimana yang disebut-sebut sebelumnya, terkait rencana kepulangannya pasca dua pekan dirawat di RS tersebut.

Namun, tidak diketahui jelas waktu persis Setya Novanto keluar dari rumah sakit. Pasalnya, kendaraan yang diduga membawa Setya Novanto tidak diketahui para wartawan yang telah menunggunya sejak Senin 2 Oktober 2017 pagi.

Berdasarkan pantauan dilokasi sekitar RS tersebut, para awak media yang seharian berada di sekitar RS memang melihat gelagat persiapan Setya Novanto sejak pukul 18.39 WIB. Selanjutnya, saat bersamaan ada iring-iringan mobil Toyota NAV1 putih yang dikawal mobil Toyota Land Cruiser hitam bernopol BP 1974 PG dengan di depannya motor pengawal polisi.

Namun, tidak terlihat Setya Novanto dalam mobil tersebut, melainkan dua perempuan yang berada di dalam mobil tengah. Bahkan, pasca kepergian mobil tersebut, tidak terlihat pergerakan signifikan di sekitar rumah sakit, penjagaan pengamanan di sekitar rumah sakit juga masih terjadi dimana awak media tidak diizinkan berada di area dalam rumah sakit.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.00-21.00 WIB, sejumlah mobil mewah keluar area rumah sakit. Beberapa saat kemudian disusul mobil pengawal pribadi (patwal) Setya Novanto dengan pelat nomor 1288886-VII yang diketahui meninggalkan area RS sekira pukul 21.30 WIB.

Sementara, mobil tersebut diduga kuat selalu berada di area RS selama 15 hari sejak Setya Novanto dirawat pada 18 September lalu, yang meyakinkan kepulangan Setya Novanto.

Sedangkan, para wartawan yang mencium gelagat kepulangan Setya Novanto pun kemudian mencoba memasuki area RS, namun kali ini penjagaan tidak seketat seperti beberapa waktu sebelumnya. Biasanya petugas yang jumlahnya tiga hingga empat orang di tiap titik nampak selalu berjaga dan melarang awak media yang ingin masuk ke area RS. Namun, setelah mobil tersebut keluar, pengamanan tidak seketat biasanya dan hanya nampak dua orang petugas saja.

Bahkan, para wartawan juga mencoba mengonfirmasi kepada petugas keamanan terkait kepulangan Setya Novanto, meski tidak mendapat jawaban yang pasti.

“Nggak tahu udah pulang atau belum,” kata petugas keamanan.

Sementara, Humas RS Premier Jatinegara Sukendar, yang sebelumnya dapat dihubungi, saat dihubungi para wartawan untuk mengonfirmasi kepulangan Ketua Umum Partai Golkar tersebut melalui ponselnya diketahui sedang tidak aktif.

Seperti diberitakan, Ketua DPR Setya Novanto dirawat di RS Premier Jatinegara sejak 18 September 2017 lalu. Selain itu, sebelumnya juga sempat dirawat di RS Siloam tak lama setelah pemanggilannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek KTP Elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun dalam perkembangan kesehatannya, Setya Novanto disebut menderita beberapa penyakit dari mulai vertigo, gangguan ginjal hingga jantung. Setya Novanto juga sempat menjalani operasi kateterisasi jantung.

Sementara, pasca putusan praperadilan Jumat 29 September 2017 lalu, status Setya Novanto sudah tidak lagi menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP. Sebab gugatan praperadilannya terhadap penetapan tersangka dirinya oleh KPK dikabulkan sebagian oleh hakim tunggal Cepi Iskandar.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR