Basaria-Panjaitan
Basaria Panjaitan. (foto: detik/Nur Indah)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan bicara mengenai integrasi nilai Pancasila dengan semangat antikorupsi. Dirinya menyatakan, orang yang melakukan korupsi berarti tidak Pancasilais.

Hal itu diungkapkan Basaria Panjaitan seusai mengikuti upacara Hari Peringatan Kesaktian Pancasila di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 1 Oktober 2017.

Basaria Panjaitan mengatakan jika korupsi tidak ada di Indonesia maka pendidikan dan kesehatan bagi rakyat seharusnya bisa gratis.

“Kami tahu kemanusiaan yang adil dan beradab itu kalau sudah ada sekelompok, seorang tertentu korupsi, pasti tidak akan ini menimbulkan keadilan dan semua rakyat. Kita jadi miskin, jadi tidak bisa sekolah, jadi kesehatannya juga harus bayar,” kata Basaria Panjaitan.

“Karena menurut penelitian, kalau korupsi tidak ada di Indonesia, bahkan kesehatan dan pendidikan itu tidak perlu bayar, gratis untuk seluruh penduduk kita,” ujarnya, saat menjelaskan masing-masing sila dalam mewujudkan antikorupsi.

Dalam sila pertama, Basaria Panjaitan menegaskan tidak ada satu pun agama yang menghalalkan korupsi. Selain itu, korupsi juga melanggar sila ketiga dan keempat. Rasuah disebutnya menimbulkan ketidak-kompakan.

“Ini bisa juga mengakibatkan keributan satu sama lain dan menimbulkan perpecahan. Korupsi itu real sangat-sangat berbahaya,” kata Basaria Panjaitan.

Terakhir, Basaria Panjaitan mengatakan, keadilan sosial tidak akan tercapai jika ada korupsi. “Enggak mungkin kan,” ujarnya.

“Jadi semua (sila) sebenarnya (antikorupsi), orang yang melakukan korupsi, berarti dia tidak Pancasilais. Sebenarnya kalau kita benar-benar memahami Pancasila itu. Jadi Pancasila itu kalau benar-benar diterapkan dalam kehidupan, kita tidak akan melakukan korupsi,” tandas Basaria Panjaitan. (nuch/det)

loading...