Setya-Novanto-1
Ketua DPR RI Setya Novanto. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) yang mengabulkan gugatan praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak serta-merta membuat dirinya lolos dari daftar cegah di Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi. Masa pencegahan terhadap Ketua Umum Partai Golkar itu masih berlaku.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno menyatakan, pencegahan terhadap Setya Novanto menjadi wewenang KPK. Karena itu, pihaknya juga menunggu permintaan KPK untuk mencabut pencegahan itu.

“Pencabutan pencegahan keberangkatan ke luar negeri harus berdasarkan permintaan dari yang meminta. Hingga kini belum ada permintaan pencabutan,” kata Agung Sampurno kepada media, Minggu 1 Oktober 2017.

Selain itu, juga dijelaskan Agung Sampurno, Ditjen Imigrasi akan mengikuti permintaan KPK terkait pencegahan Setya Novanto, yang sempat menjadi tersangka kasus e-KTP itu.

“Ditjen Imigrasi berwenang untuk melaksanakan permintaan tersebut,” jelas Agung Sampurno.

Seperti diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta Ditjen Imigrasi mencegah Setya Novanto sejak 10 April 2017. “Untuk enam bulan sejak tanggal permintaan,” tandas Agung Sampurno saat dikonfirmasi masa pencegahan Setya Novanto berakhir.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR