Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: AFP)

JAKARTA, harianpijar.com – Din Syamsuddin mantan Ketua Umum Muhammadiyah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan langsung soal dugaan pembelian 5.000 pucuk senjata di luar institusi TNI-Polri. Lain itu, keterangan yang disampaikan pemerintah masih simpang siur.

“Saya dan masyarakat Indonesia bingung karena informasinya simpang siur. Panglima TNI katakan begini, Menko Polhukam katakan begitu. Semua rakyat dibingungkan,” kata Din Syamsuddin di kantor Pergerakan Indonesia Maju (PIM), Jakarta Selatan, Jumat 29 September 2017 kemarin.

Menurut Din Syamsuddin, masalah isu ini sangat sensitif. Selain itu, dirinya yakin jika ada penjelasan pasti dari presiden, bola panas yang sempat bergulir bisa segera padam.

Sementara, juga ditegaskan Din Syamsuddin, dalam situasi membingungkan, rakyat patut menduga ada pihak yang memang menyampaikan kebenaran dan pihak yang sedang berbohong. Seolah-olah tidak ada hal yang salah dan diributkan.

“Ada yang sejati ada yang memanipulasi. Harus diclearkan dan clear itu tidak cukup dengan pendekatan politik,” tegas Din Syamsuddin.

Sedangkan, polemik dugaan pembelian senjata ilegal muncul ketika rekaman pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam silaturahmi purnawirawan dan perwira aktif TNI tersebar.

Selain itu, Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut ada institusi tertentu membeli 5.000 pucuk senjata dan bahkan, pembelian mencatut nama Presiden. Selanjutnya, Jenderal Gatot Nurmantyo juga mengklaim memiliki data akurat.

Sementara, Menko Polhukam Wiranto mengatakan senjata tersebut pesanan Badan Intelijen Negara (BIN) dan pembelian hanya 500 pucuk senjata laras pendek. Senjata itu juga tidak berstandar TNI seperti yang diperbincangkan.

Selanjutnya, pernyataan Wiranto diperkuat PT Pindad (Persero), BUMN ini membenarkan adanya pembelian senjata. Namun, jumlahnya bukan 5.000, melainkan 500 pucuk senjata laras pendek. Selain itu, memang ada rencana pembelian 5.000 pucuk senjata dari Polri. Namun, itu baru rencana dan belum ada kontrak pembelian.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR