masa-pdip-2
Ilustrasi. (foto: google images)

LAMPUNG, harianpijar.com – DPD PDI Perjuangan (PDIP) Lampung secara resmi memecat dua kadernya dari keanggotaan partai dan sebagai anggota DPRD Tanggamus. Lain itu, kedua kader PDIP tersebut adalah Nuzul Irsan dan Irwandi Suralaga.

Sementara, surat pemecatan Nuzul Irsan tertuang dalam nomor 242/KPTS/DPP/VIII/2017. Sedangkan surat pemecatan Irwandi Suralaga bernomor 243/KPTS/DPP/VIII/2017.

Selanjutnya, penyerahan surat pergantian antar waktu (PAW) juga telah dilakukan di sekretariat DPD PDIP Lampung.

Menurut Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDIP Lampung Bambang Suryadi mengatakan, keduanya secara resmi dipecat dari keanggotaan PDIP dan sebagai anggota DPRD Tanggamus. Bahkan menurutnya, proses pemecatan sudah melalui mekanisme partai hingga tingkat mahkamah partai.

Sementara, ketua DPC PDIP Tanggamus Burhanudin Noor mengatakan, telah menerima surat keputusan DPP PDIP terkait pemberhentian kedua kadernya di Tanggamus.

Selain itu, setelah menerima surat, jajaran DPC Tanggamus segera melakukan rapat pleno dan mengirimkan surat ke DPRD Tanggamus untuk pengusulan PAW.

Sebelumnya, Nuzul Irsan dan Irwandi Suralaga dikabarkan terkait dengan kasus dugaan gratifikasi yang menyeret Bupati Tanggamus Bambang Kurniawan. Sedangkan, pengajuan PAW untuk Nuzul Irsan dan Irwandi Suralaga sudah dilakukan sejak satu tahun yang lalu.

Selain itu, kedua kader ini dinilai indisipliner dengan tidak menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat di DPRD Tanggamus. Sementara, mekanisme juga dilakukan hingga pembahasan di tingkat mahkamah partai.

“Diharapkan dengan kejadian ini tidak ada lagi kader partai berlambang banteng moncong putih yang berani melanggar AD/ART partai,” kata Bambang Noor.

Sementara, menurut Nuzul Irsan mengaku belum tahu perihal pemecatannya. “Saya malah belum dapat informasinya. Saya belum dapat dan belum melihat suratnya. Justru saya baru tahu dari wartawan,” kata Nuzul Irsan kepada awak media Rabu, 27 September 2017 kemarin.

Selanjutnya, saat dikonfirmasi permasalahan di internal partai yang berujung pemecatan, Nuzul Irsan tidak mau memberikan komentar lebih jauh.

“Saya belum tahu isi suratnya dan suratnya saya belum dapat. Saya belum bisa komentar sebelum saya dapat dan melihat isi suratnya,” tandas Nuzul Irsan.

loading...