Victor-Laiskodat
Victor Laiskodat. (foto: dok. metrotvnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memanggil pihak DPP NasDem untuk dimintai keterangan terkait kasus pidato politikus NasDem Victor Laiskodat.

“Ya, agendanya adalah meminta keterangan dari DPP Partai NasDem dan Kesekjenan DPR RI. Kita akan segera kirimkan undangan, secepatnya” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak, Selasa, 26 September 2017.

Untuk diketahui, hingga saat ini penyidik telah meminta keterangan dari saksi pelapor. Pada Selasa, 29 Agustus 2017 lalu, Ketua Umum GMD Lucky P Satrawiria juga sudah dimintai keterangan.

Sedangkan untuk hari ini, saksi dari pelapor Iwan Sumule, anggota Partai Gerindra, juga dijadwalkan diperiksa.

Seperti dilansir dari detik, tim kuasa hukum Iwan Sumule, Mangapul Silalahi, tiba di kantor Bareskrim Polri bersama seorang pria, Wayan Bambang, yang diajukan sebagai saksi.

“Hari ini dijadwalkan untuk pemeriksaan saksi yang kedua, Wayan Bambang atas laporan Iwan Sumule. Sebelumnya saksi atas nama yang pertama bernama Savitri Wiguna sudah dimintai keterangan pada minggu lalu,” ujar Mangapul Silalahi kepada wartawan di Bareskrim.

Lebih lanjut Mangapul Silalahi mengatakan, Savitri Wiguna merupakan saksi yang dihadirkan dari Fraksi anggota DPR sekaligus Ahli IT DPR RI.

Sedangkan Wayan Bambang adalah masyarakat biasa. Kedua saksi disebut mengetahui pidato Victor Laiskodat tersebut melalui Facebook dan Whatsapp yang sudah menjadi viral.

“Kita menyiapkan dua saksi, tidak membawa bukti lain, sebelumnya kita sudah menyerahkan bukti rekaman yang beredar di Facebook dan beberapa bukti lainnya,” kata Mangapul Silalahi.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wayan Bambang mengaku mengenal Iwan Sumule sebagai aktivis. Dirinya bersedia dan siap dimintai keterangan karena merasa ikut prihatin atas pidato Victor Laiskodat yang mengganggu gejolak politik.

“Video ini viral di medsos. Saya menjadi Salah satu orang yang mendapat kiriman video itu secara viral melalui WA dan facebook banyak melihat dari postingan dari teman yang bertenan di FB,” kata Wayan Bambang.

“Video ini memang sangat provokatif terhadap gejolak politik sekarang ini, lagi banyak perhatian masyarakat secara khusus memang patut ini untuk ditindak secara hukum,” tambahnya.

Seperti diketahui, ada enam kelompok yang mempolisikan Victor Laiskodat terkait pidatonya itu. Enam kelompok tersebut adalah Gerindra, Demokrat, GMB, PAN, PKS, dan Pemuda Muslim NTT.

Victor Laiskodat dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik melalui media elektronik/penghinaan dan kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Dirinya diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). (nuch/det)

loading...