diskusi-Warung-Daun
Diskusi di Warung Daun. (foto: detik/Gibran Maulana Ibrahim)

JAKARTA, harianpijar.com – Pakar Hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya menjatuhkan marwah DPR.

Hal itu diungkapkan Abdul Fickar Hadjar dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu, 23 September 2017.

“Teman-teman Pansus menjatuhkan marwah DPR,” kata Abdul Fickar Hadjar.

Tujuan pembentukan Pansus untuk memperbaiki kinerja KPK. Namun, Abdul Fickar Hadjar menilai forum angket KPK sebenarnya tak perlu dilakukan.

“Nggak perlu di Pansus, RDP aja. Angket itu sesuatu yang besar di zaman dulu,” ujarnya.

Lalu, pernyataan Abdul Fickar Hadjar tersebut dibantah oleh Anggota Pansus Hak Angket KPK Arsul Sani. Dirinya mengatakan pandangan Pakar Hukum itu sangat subjektif.

Selain itu, Arsul Sani juga menyinggung pembentukan Pansus Pelindo, yang menurutnya lebih kecil dari Pansus KPK.

“Itu kan (Pansus KPK) perkara pribadi dikorek-korek,” kata Abdul Fickar Hadjar.

Kemudian, anggota pansus lainnya, Masinton Pasaribu, juga ikut membantah Abdul Fickar Hadjar. Menurutnya pernyataan Abdul Fickar Hadjar adalah salah besar.

“Ngorek-ngorek, ngarang-ngarang, jatuhkan orang, 10 dari 11 itu salah,” tandas Masinton Pasaribu. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR