BPJS-Kesehatan
Logo BPJS Kesehatan. (foto: Dok. KSP)

JAKARTA, harianpijar.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) angkat suara atas kejadian tragis seorang ibu di Lampung yang membawa pulang jasad putrinya menggunakan angkutan kota (angkot).

Terkait hal itu, Humas BPJS Kesehatan Nopi Hidayat menjelaskan soal kenapa sang ibu tidak menggunakan jasa ambulans untuk membawa pulang jasad bayi perempuannya.

Nopi Hidayat mengatakan terkait musibah yang dialami seorang ibu di Lampung. BPJS Kesehatan menyampaikan bela sungkawa atas kejadian itu.

“Sehubungan atas pemberitaan tentang musibah yang dialami ibu di Lampung, BPJS Kesehatan menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Nopi Hidayat melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 22 September 2017.

Ibu-di-Lampung
. (foto: seputar_lampung)

Lebih lanjut Nopi Hidayat menjelaskan detail kejadian hingga ibu itu harus menggunakan angkot, bukan ambulans, untuk membawa pulang jasad putrinya dari RSUD Abdoel Moeloek Lampung.

Singkatnya, menurut Nopi Hidayat, pihak keluarga telah menerima penjelasan dari pihak RSUD soal layanan ambulans.

Berikut pernyataan resmi BPJS Kesehatan:

1. Berdasarkan riwayat pelayanan, pasien sudah pernah mendapatkan pelayanan sebelumnya di RSAM dengan menggunakan jaminan program JKN-KIS.

2. Pada hari Senin tanggal 18 September 2017, pasien masuk RS dengan kejang dan kemudian mendapatkan perawatan dan pelayanan intensif di NICU dengan jaminan program JKN-KIS.

3. Pada tanggal 20 September 2017, pasien meninggal dunia sekitar pukul 15.15 WIB. Terkait pengurusan ambulans, pihak manajemen RS telah melakukan konferensi pers terbuka pada tanggal 20 September 2017 sekitar pukul 22.00 WIB.

4. Pihak manajemen RS serta dari provinsi sudah melakukan mediasi dan mengklarifikasi langsung ke keluarga pasien dan berkunjung ke rumah duka di Lampung Utara. Keluarga pasien sudah dapat menerima.

(nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR