Laode-Muhammad-Syarif
Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif. (foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPR RI Setya Novanto meminta status tersangkanya digugurkan melalui sidang praperadilan. Namun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka Setya Novanto sah.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjelaskan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terhadap Ketua Umum Partai Golkar itu telah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Itulah yang akan kita jawab, saya ingin sampaikan di sini bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terhadap SN dilaksanakan sesuai dengan peraturan hukum acara yang berlaku di Indonesia dan UU KPK,” ujar Laode Muhammad Syarif, di kantor DPP PKS, Rabu, 20 September 2017.

Sementara itu, Setya Novanto dalam permohonannya juga menyebut bukti-bukti yang dijadikan untuk penetapan tersangkanya tidak sah.

Bahkan, kuasa hukum Setya Novanto, Agus Trianto, mengatakan bukti yang digunakan KPK tidak bisa digunakan jika memakai alat bukti dari terdakwa Irman dan Sugiharto.

“Kalau bukti-bukti itu dari mana pun asalnya bisa kita peroleh, termasuk bukti e-KTP secara keseluruhan yang melibatkan banyak orang. Oleh karena itu, kita memakai sebagian dari situ dan ada bukti-bukti lain dan kalau hakim meminta bukti-bukti lain, nanti akan kita sampaikan,” kata Laode Muhammad Syarif.

Sementara itu, KPK akan menyampaikan jawabannya secara utuh dan lengkap pada sidang hari Jumat, 22 September 2017. Hal itu akan mengklarifikasi dalil permohonan Setya Novanto di sidang praperadilannya.

“Tim KPK sedang mempersiapkan jawaban, mudah-mudahan hari Jumat KPK akan berikan jawaban atau klarifikasi atas tuntutan dari Pak Setnov,” ujar Laode Muhammad Syarif.

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR