Hendrawan-Supratikno
Hendrawan Supratikno. (foto: detik/Ari Saputra)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bicara mengenai Eko Prabowo (35), pria yang mengedit foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu merasa tak habis pikir mengapa sampai ada orang yang bisa melakukan hal tersebut.

“Energi kita jangan dihabiskan untuk hal yang beginian. Sebagai bangsa kita harus maju dalam peradaban. Kan orang-orang yang pikirannya jorok, negative thinking, bukannya mencerdaskan, melanggar kesantunan publik, orang seperti ini tak perlu diberi tempat,” kata Ketua bidang Perekonomian DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Selasa, 19 September 2017.

Sebenarnya, foto editan itu diunggah Eko Prabowo pada tahun 2014. Namun, foto tersebut belakangan menjadi viral setelah diunggah oleh netizen lain.

Sementara itu, Hendrawan Supratikno mengaku baru pertama kali melihat foto tersebut. Dirinya lantas menyerahkan persoalan itu untuk di proses hukum.

“Biar hukum bicara. Pasal-pasal mengenai perbuatan tidak menyenangkan, pelecehan, penghinaan, fitnah, pemutarbalikkan fakta dan merusak nama baik, semua masuk,” tegasnya.

Sebelumnya, Eko Prabowo (35) ditangkap pada Kamis, 14 September 2017 pekan lalu. Dirinya dijerat dengan Pasal 27 ayat 1 juncto 45B Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pria yang bekerja sebagai satpam itu sudah meminta maaf karena mengedit foto tersebut. Polisi tidak melakukan penahanan, namun Eko Prabowo dikenakan wajib lapor.

“Tetap dikenakan wajib lapor. Berkasnya juga tetap kami proses sampai ke JPU (jaksa penuntut umum),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Rikwanto ketika dikonfirmasi, Selasa, 19 September 2017.

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR