Teuku-Taufiqulhadi
Teuku Taufiqulhadi. (foto: jawapos)

JAKARTA, harianpijar.com – Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap dapat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berkonsultasi. Oleh karena itu, pansus meminta pimpinan DPR mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

“Kami telah meminta kepada pimpinan DPR untuk menyurati presiden agar pansus bisa berkonsultasi dalam rangka konsultasi dengan presiden,” kata Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Teuku Taufiqulhadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 13 September 2017.

Taufiqulhadi mengatakan, tujuan pansus bertemu dengan Presiden Jokowi untuk konsultasi terkait konteks hubungan antarlembaga. Dalam pertemuan tersebut nantinya, pansus akan menyampaikan hal-hal yang belum diketahui oleh Presiden Jokowi.

“Kita berharap dapat mengkomunikasikan hal-hal yang belum sampai ke presiden,” ujarnya.

Taufiqulhadi juga menjelaskan, bahwa pertemuan antara DPR dan Presiden Jokowi adalah hal yang lazim dan merupakan hubungan antarlembaga.

“Seperti antara DPR dengan presiden, dan kebetulan hari ini ada persoalan pansus. DPR ada tugas diberikan pada pansus, maka agar kemudian hal tersebut maka pansus yang kita minta bertemu presiden dalam rangka konsultasi,” jelas Taufiqulhadi.

Selain itu, Taufiqulhadi menepis dugaan bertemunya pansus dengan Presiden Jokowi sebagai langkah melobi Pemerintah untuk mengikuti rekomendasi Pansus Hak Angket KPK.

Dirinya menegaskan, pertemuan tersebut nantinya hanya akan membicarakan soal tugas-tugas pansus dan apa yang telah dilakukan pansus.

“Kalau lobi itu menurut saya tidak selalu harus seperti itu. Karena kalau lobi itu kalau memang ada, tidak harus terbuka,” tandasnya. (nuch/det)

loading...