Brigjen-Rikwanto
Brigjen Rikwanto. (foto: WNN/Zool)

JAKARTA, harianpijar.com – Pihak kepolisian masih terus menelusuri kasus dugaan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian (hate speech) dan hoax yang berbau SARA oleh kelompok Saracen. Polisi ingin mengetahui darimana sumber dana yang diterima kelompok tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto menyebutkan, kepolisian sedang menelusuri aliran dana yang diterima Saracen beberapa tahun terakhir.

“Saracen masih penelusuran. Untuk rekening yang berkaitan Saracen, kami tarik ke belakang 3-4 tahun ke belakang,” kata Brigjen Rikwanto saat ditemui di The Sultan Hotel, Jakarta, Sabtu, 9 September 2017.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan bahwa Polri serius mengusut hingga tuntas kasus kelompok Saracen. Bahkan dirinya meminta seluruh jajaran kepolisian untuk menangkap siapapun pihak yang terlibat tanpa terkecuali.

“Saya sampaikan tangkap-tangkapin saja. Yang mesan, tangkapin. Yang danain, tangkapin. Ada lagi sejenis dengan itu, tangkapin,” kata Jenderal Tito Karnavian.

Sementara itu, penyidik Polri menengarai ada 14 nomor rekening terkait kelompok Saracen. Rekening-rekening tersebut dihimpun dari data yang tersimpan di harddisk drive milik para tersangka.

Selanjutnya, polisi meminta bantuan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menganalisis aliran dana pada rekening tersebut.

“Untuk mengetahui apa yang terjadi dengan rekening tersebut, apakah ada transaksi atau hal lainnya. Jadi kami masih tunggu PPATK. Kami pantau terus,” ujar Brigjen Rikwanto.

Seperti diketahui, dalam kasus Saracen ini, polisi telah menetapkan empat tersangka, yaitu JAS, MFT, SRN, dan AMH. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.

Mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan hoax yang berbau SARA di media sosial sesuai pesanan. Biaya tersebut termasuk biaya pembuatan website dan biaya sekitar 15 buzzer. (nuch/kom)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR