Slamet-Maarif
Slamet Ma'arif. (foto: twitter/arief_amaryllis)

JAKARTA, harianpijar.com – Front Pembela Islam (FPI) bersikeras akan mengirimkan relawannya untuk membantu etnis Rohingya di Myanmar yang mengalami konflik.

Menurut Juru bicara FPI Slamet Ma’arif, etnis Rohingya saat ini tak hanya membutuhkan bantuan kemanusiaan, mereka juga membutuhkan bantuan kekuatan berupa laskar dan persenjataan untuk melindungi diri.

“Kalau pemerintah menurunkan pasukan garudanya untuk membantu masyarakat Rohingya ke sana ya kita enggak perlu ke sana,” ujar Slamet Ma’arif seperti dilansir dari CNN Indonesia, Jumat, 8 September 2017.

“Tapi kalau pemerintah tutup mata, seperti tahun-tahun kemarin, dari 2013 cuma bantuan kemanusiaan tapi berulang-ulang, masyarakat Rohingya enggak cuma butuh makanan dan obat-obatan, tapi butuh juga senjata, kekuatan untuk menghentikan itu semua,” tambahnya.

Hingga saat ini FPI menyatakan masih membuka pendaftaran untuk calon relawan yang siap diberangkatkan ke Rakhine, Myanmar.

Ada tujuh wilayah yang membuka posko pendaftaran relawan. Adapun daerah-daerah yang membuka pendaftaran yakni Banten dan Klaten.

“Sekarang baru tahap pengumpulan pendaftaran dari tiap-tiap daerah. Nanti setelah semua masuk kemudian kami seleksi di DPP, kami pemetaan kebutuhan di sana, baru kami punya prediksi berapa kekuatan yang kita turunkan dan untuk apa di sana,” kata Slamet Ma’arif.

Sementara itu, dalam aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta, Rabu, 6 September 2017 lalu, Slamet Ma’arif mengatakan FPI juga membuka posko pendaftaran dengan jumlah calon relawan yang mendaftar sekitar 600 orang.

Posko pendaftaran relawan ke Myanmar akan ditutup pekan ini. Selanjutnya, data-data relawan akan dikirim ke DPP FPI untuk diseleksi dan dilakukan pemetaan kebutuhan.

Menurut Slamet Ma’arif, syarat utama bagi relawan yang ingin berangkat ke Myanmar adalah harus mengantongi izin dari orang tua dan memiliki kemampuan bela diri.

“Kalau persyaratannya terpenuhi baru kita berangkatkan,” tandasnya.

Selain itu, FPI mengklaim sudah ada 10 ribu calon relawan yang mendaftarkan diri hingga kemarin. “Tapi DPP enggak buka pendaftaran. DPP bagiannya menyeleksi dan mengurus keberangkatan,” ujar Slamet Ma’arif.

Meskipun begitu, Slamet Ma’arif belum bisa memastikan keberangkatan laskar dan relawan yang telah mendaftar. Namun menyatakan FPI siap mengirim laskar bersenjata jika diizinkan pemerintah.

Peran laskar bersenjata untuk mengamankan relawan yang dikirim ke Myanmar. “Karena kami juga tidak ingin yang berangkat ke sana itu keamanannya tidak terjamin, maka perlu juga laskar yang berangkat bagian pengamanan di sana,” ujar Slamet Ma’arif. (nuch/cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR