Alfian-Tanjung
Ustaz Alfian Tanjung saat di dalam mobil polisi, Rabu, 6 September 2017. (foto: detik/Zaenal Effendi)

JAKARTA, harianpijar.com – Seperti diberitakan sebelumnya, Ustaz Alfian Tanjung yang baru saja bebas dari kasus ujaran kebencian kembali ditahan polisi terkait kicauannya di Twitter yang menyamakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan PKI.

Terkait hal itu, PDIP membenarkan telah melaporkan Alfian Tanjung soal kicauan PKI.

“Iya kita laporkan,” kata Ketua Bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan PDIP Trimedya Panjaitan saat dikonfirmasi, Kamis, 7 September 2017.

Meskipun demikian, Trimedya Panjaitan tak menjelaskan secara rinci soal pelaporan ini. Dirinya hanya mengonfirmasi bahwa PDIP memang melaporkan Alfian Tanjung karena kicauannya.

Sementara itu, Ketua Tim Advokasi Alfian Tanjung, Abdullah Alkatiri mengatakan, kliennya memposting kicauan di Twitter yang isinya menyebutkan nama PDIP. Diketahui dalam kicauan itu, Alfian Tanjung menyebut “85% kader PDIP adalah PKI”.

“Ya di Twitter beliau, sekian persen kader partai ini ada itu di partai tersebut,” ucap Abdullah Alkatiri.

Ustaz Alfian Tanjung sebelumnya dinyatakan bebas oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait kasus ceramahnya di Masjid Mujahidin, Surabaya, yang diunggah ke YouTube.

Dakwaan jaksa terkait dugaan menyebarkan ujaran kebencian dimentahkan oleh majelis hakim.

Sidang pembacaan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan jaksa yang berujung pembebasan Alfian Tanjung digelar pada Rabu, 6 September 2017. Alfian Tanjung diminta dibebaskan dari tempat penahanannya, Rutan Medaeng, Surabaya.

Namun, belum genap satu hari Alfian Tanjung menghirup udara bebas, di hari yang sama dirinya kembali ditahan. Alfian Tanjung diterbangkan dari Surabaya menuju Jakarta dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR