gedung-Kejaksaan-Agung
Gedung Kejaksaan Agung. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dilaporkan kelompok Jaringan Islam Nusantara (JIN) ke Kejaksaan Agung atas dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

“Kami menemukan dari kajian, bahwa Agus Rahardjo saat menjadi Kepala LKPP terlibat dalam proses pengadaan e-KTP,” kata Presidium JIN Razikin kepada wartawan, Rabu, 6 September 2017.

Selain itu, pelapor ketua KPK tersebut juga menyinggung pernyataan mantan Mendagri Gamawan Fauzi soal adanya surat-menyurat antara LKPP dan Kemendagri saat pengadaan e-KTP.

“Kami kaji berdasar dari Gamawan Fauzi selaku Mendagri yang pernah diperiksa KPK, Gamawan menyebut Agus terlibat. Lalu kami meneliti dari penelusuran kami, kami dapat dokumen surat-menyurat antara LKPP dengan Kemendagri. Dari seluruh surat itu, kami membaca bahwa ada kejanggalan,” ungkap Razikin.

Adapun kejanggalan yang dimaksud adalah pernyataan Agus Rahardjo saat memimpin LKPP tentang proyek e-KTP yang tidak bisa diawasi dan sarat pelanggaran hukum.

“LKPP bilang (proyek e-KTP) tidak bisa diawasi, padahal Kemendagri mengirim surat ke LKPP yang isinya meminta LKPP mengirim tim pengawas. Kalau tidak salah, LKPP mengirim 3 orang untuk mengawasi pengadaan e-KTP. Berarti kan bisa diawasi. Aneh kan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung M Rum secara terpisah mengatakan bahwa surat pelaporan terhadap Agus Rahardjo masih ditelaah.

“Kita masih menelaah surat itu. Saya belum tahu apa yang dikasih dari yang bersangkutan,” ujar M Rum. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR