jonru-ginting-1
Jonru Ginting menunjukkan Surat Pencabutan Kuasa Hukum. (foto: facebook/jonru.page)

JAKARTA, harianpijar.com – Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) menggantikan Razman Arif Nasution sebagai kuasa hukum Jonru Ginting. Terkait hal itu, LBH Bang Japar menyatakan setidaknya ada 30 orang advokat yang mendampingi Jonru Ginting.

“Betul, Bang Jonru Ginting mengkuasakan kepada LBH Bang Japar, setidaknya ada 30 orang advokat LBH Bang Japar yang bisa mendampingi Jonru,” kata Direktur LBH Bang Japar Djudju Purwantoro seperti dilansir detik, Rabu, 6 September 2017.

Jonru Ginting dilaporkan karena memasang ujaran kebencian di media sosial. Undang-undang yang digunakan para pelapor untuk menjerat Jonru Ginting adalah Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). LBH Bang Japar akan mengumpulkan sanggahan terhadap materi laporan itu.

“Pertama, kita akan mengumpulkan data-data dan dokumen pendukung terkait kasus ini dan apa yang dilaporkan. Kita menyiapkan sanggahan terhadap apa yang dilaporkan berdasarkan data dan fakta,” jelas Djudju Purwantoro.

Lebih lanjut, pihaknya akan menunggu panggilan polisi untuk menangani kasus ini, membuktikan semua bantahan laporan kepada penyidik.

Selain itu, LBH Bang Japar menilai Jonru tidak bermaksud menebar kebencian, melainkan kritik konstruktif. “Saya yakin Jonru tidak akan memposting hal-hal yang memuat kebencian SARA, kecuali ada pembuktian,” ujar Djudju Purwantoro.

Djudju Purwantoro mengatakan, Jonru Ginting mempercayakan urusan hukumnya kepada LBH Bang Japar karena memang ada sebagian aktivis di sini yang dirinya kenal.

Visi dan misi LBH Bang Japar memang membantu kelompok aktivis Muslim yang terzalimi. Bila kliennya itu tak punya uang, maka LBH Bang Japar akan menggratiskan bantuan hukum ini.

“Oh iya, karena kita LBH maka kita akan berusaha. Selama yang bersangkutan tidak mampu, maka kita tetap harus tanpa bayaran. Kalau yang bersangkutan tidak bisa membayar pengacara yang mahal-mahal, kita siap membantu,” jelas Djudju Purwantoro.

LBH Bang Japar berdiri di musim putaran kedua Pilkada DKI 2017 lalu. Saat itu, kata Djudju Purwantoro, muncul fenomena Iwan Bopeng, kemudian oleh anggota DPD RI dari Jakarta Fahira Idris LBH ini diinisiasi.

Selanjutnya Fahira Idris pun menjadi Ketua Umum LBH ini. “Kita sudah dilegalkan menjadi Ormas dan LBH,” tandas Djudju Purwantoro. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR