Teten-Masduki
Teten Masduki. (foto: setkab.go.id)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempertanyakan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah menyinggung perhelatan Pilpres 2019 dalam Rapat Kerja Nasional III Relawan Pro Jokowi (Projo).

Menanggapi protes yang disampaikan Fadli Zon, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki menegaskan bahwa tak ada yang salah dengan kehadiran Presiden Jokowi di acara tersebut.

“Apa yang keliru Presiden hadir dalam Rakornas Ormas Pendukungnya? Sama saja hadir dalam musyawarah Parpol pendukung,” kata Teten Masduki kepada Kompas, Rabu, 6 September 2017.

Sedangkan menurut Fadli Zon, Presiden seharusnya fokus pada kerja pemerintah dan tak terlibat dalam hal-hal yang terkait agenda politik mendatang.

Menurut Teten Masduki, dalam acara yang digelar di Jakarta Utara, Senin, 4 September 2017 itu, Presiden Jokowi sebenarnya banyak juga menyampaikan capaian pembangunan infrastruktur dan ekonomi.

“Presiden meminta masyarakat terus menggelorakan optimisme, meskipun ekonomi dunia sedang lesu kita masih bisa menjaga stabilisasi pertumbuhan ekonomi 5 persen dengan kekuatan dalam negeri,” ujar Teten Masduki.

Lebih lanjut, kata Teten Masduki, dalam pertemuan tersebut memang Presiden Jokowi menyampaikan pemerintahannya hanya efektif tinggal setahun lagi. Karena, pada September tahun 2018 mendatang sudah masuk masa Pilpres.

“Tapi beliau menegaskan, ‘masalah politik itu saya enggak mau pikirikan, itu urusan pendukung saya. Saya hanya mau fokus urusan kerja’,” sebut Teten Masduki, yang ikut mendampingi Presiden Jokowi di acara tersebut.

Pernyataan tersebut, menurut Teten Masduki, justru menunjukkan bahwa Presiden masih belum memikirkan kampanye dan pemenangan untuk pilpres 2019. Urusan kampanye, diserahkan sepenuhnya kepada relawan dan parpol pendukung.

“Sama sekali tidak, bukan tipe beliau (sudah memikirkan pilpres). Dalam banyak kesempatan beliau ketika diingatkan jangan mengambil kebijakan yang tidak populer karena akan menggerus popularitas beliau, beliau selalu mengabaikannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menilai kehadiran Presiden Jokowi di Rakernas Projo tidak lazim. Dirinya berpendapat, Presiden seharusnya fokus pada kerja pemerintah dan tak terlibat dalam hal-hal terkait agenda politik mendatang, yakni Pemilu 2019.

“Kalau orang lain yang ngomong sih bisa. Tapi bagi seorang presiden biasanya tidak lazim, kecuali itu pertemuan tertutup. Ini kan pertemuan terbuka. Nah dia datang ke situ sebagai apa? Apakah sebagai presiden atau sebagai calon presiden?” sebut Fadli Zon, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 5 September 2017.

Selain itu, Fadli Zon mengingatkan masih ada sisa waktu sekitar dua tahun untuk fokus menuntaskan janji-janji kampanye pada Pilpres 2014. “Dan janji itu cukup banyak, ya,” tandas wakil ketua umum Partai Gerindra itu. (nuch/kom)

loading...