Febri-Diansyah-1
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua DPR RI Setya Novanto mengajukan gugatan praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait hal itu, KPK optimistis dapat memenangi gugatan tersebut.

KPK merasa penetapan Setya Novanto sebagai tersangka telah memenuhi prosedur yang ditetapkan undang-undang.

“Kami akan hadapi, kami yakin dengan bukti yang kami miliki. Kami tidak ragu,” kata Juru bicara KPK Febri Diansyah, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 5 September 2017.

Menurut Febri Diansyah, ada 108 saksi, yang terdiri dari anggota dan mantan anggota DPR, pegawai Kementerian Dalam Negeri, advokat, notaris, pegawai BUMN hingga pihak swasta, yang sudah diperiksa dalam penyidikan terhadap ketua umum Partai Golkar itu.

Febri Diansyah mengatakan, keterangan para saksi dan bukti-bukti yang memadai semakin memperkuat konstruksi keterlibatan Setya Novanto dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Bahkan, kata Febri Diansyah, fakta-fakta yang muncul dalam persidangan di pengadilan tipikor semakin memperkuat adanya korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu.

“Kami percaya publik menunggu penanganan kasus ini. Kami berharap pengawalan publik juga dalam kasus ini,” ujar Febri Diansyah.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Setya Novanto secara resmi mendaftarkan gugatan praperadilan melawan KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Praperadilan diajukan atas penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK.

“Benar, didaftar pada Senin 4 September 2017,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Made Sutrisna saat dikonfirmasi, Selasa.

Made Sutrisna menyebutkan hakim tunggal yang ditunjuk untuk praperadilan yang diajukan Setya Novanto adalah hakim Chepy Iskandar. Namun, hingga saat ini jadwal sidang praperadilan masih belum ditentukan. (nuch/kom)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR