Razman-Arif-Nasution-1
Razman Arif Nasution. (foto: Antara)

JAKARTA, harianpijar.com – Kuasa hukum Jonru Ginting, Razman Arif Nasution, sudah mengingatkan kliennya itu agar tidak lagi memposting hal-hal yang tidak perlu. Bahkan Razman Arif Nasution mengancam akan mundur sebagai kuasa hukum bila Jonru Ginting tidak bersikap kooperatif.

“Saya juga akan menilai dengan tim, kalau saya lihat sikap dia (Jonru Ginting) terus menerus dan tidak mematuhi, tentu saya akan pertimbangkan untuk menarik diri (sebagai kuasa hukum). Kalau dia terus-terusan dianggap tidak memahani posisi lawyer yang kita juga tidak mudah berjuang untuk beliau,” kata Razman Arif Nasution saat dihubungi, Senin, 4 September 2017 malam.

Razman Arif Nasution mengaku ancamannya tersebut demi kebaikan kliennya itu. Dirinya mengatakan saat ini negara sedang sensitif, jadi apapun unggahan dari Jonru Ginting bisa menjadi bahan pelaporan baru.

Razman Arif Nasution hanya ingin Jonru Ginting sekarang fokus dengan dua pelaporan yang sudah ditujukan pada dirinya.

“Supaya Jonru tidak lagi membuat postingan yang efeknya memancing orang melapor lagi. Misalnya yang mamancing orang melapor, kan negara ini sensitif. Sementara fokus dululah dengan laporan ini,” ujar Razman Arif Nasution.

Lain halnya bila kasusnya sudah selesai, Razman Arif Nasution tidak akan melarang Jonru untuk kembali aktif di media sosial. “Kalau nanti tidak terbukti, silakan melakukan lagi,” ucapnya.

Selain itu, Razman Arif Nasution sebelumnya bersedia menjadi kuasa hukum Jonru Ginting dalam kasus ujaran kebencian dengan satu syarat. Jonru Ginting harus bersikap kooperatif serta tidak lagi memposting hal-hal yang bisa membuat masyarakat tidak nyaman.

“Kalau Jonru tidak terbuka dan banyak posting yang tidak perlu. Saya ingatkan beliau jangan menimbulkan ketidaknyamanan banyak pihak. Kalau itu dilanggar, saya akan mengundurkan diri,” tegas Razman Arif Nasution.

Syarat itu diberikan agar masalah tidak berlarut dan menambah banyak laporan baru. Pasalnya, menurut Razman Arif Nasution, hal itu bisa membuat kasus ini susah untuk ditangani.

“Supaya postingan jangan terlalu mudah dideskripsikan orang sehingga menambah laporan. Yang sudah terjadi, ini yang kita hadapi. Bahasanya, kalau ada 90 (orang) yang melapor, repot juga,” tandasnya. (nuch/det)

loading...