Akbar-Tanjung
Akbar Tanjung. (foto: liputan6/Johan Tallo)

JAKARTA, harianpijar.com – Menanggapi pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung membantah bahwa pihaknya menyetujui pemecatan Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia dari keanggotaan Partai.

Sebelumnya, Idrus Marham menyatakan bahwa pemecatan Ahmad Doli Kurnia berdasarkan aspirasi dari Dewan Kehormatan, Dewan Pembina dan Dewan Pakar. Namun, Sebelum pemecatan dilakukan, Akbar Tanjung menyebut belum ada komunikasi dengan Dewan Kehormatan.

“Tidak pernah ada persetujuan dari kami Dewan kehormatan untuk pemecatan Doli,” kata Akbar Tanjung saat dihubungi, Senin, 4 September 2017.

Lebih lanjut Akbar Tanjung pun menyinggung kepemimpinannya di Golkar dahulu. Dirinya mengakui saat menjabat ketua umum pernah dilakukan pemberhentian terhadap beberapa kader yang dinilai berseberangan dengan keputusan partai soal dukungan untuk pemilu presiden.

Untuk menjaga konsistensi sikap partai, tindakan tegas terhadap beberapa kader partai dilakukan. Meskipun demikian, kata Akbar Tanjung, pemecatan tak begitu saja dilakukan melainkan melalui mekanisme sesuai aturan partai.

“Kami mengirim surat khusus kepada para anggota DPP yang tidak mendukung kebijakan kami untuk mendukung Megawati dan Hasyim,” ujar Akbar Tanjung.

Selain itu, menurut Akbar Tanjung, dirinya sudah menghubungi Idrus Marham untuk meminta klarifikasi dan menegaskan bahwa dewan kehormatan belum menyampaikan sikapnya terhadap pemecatan Ahmad Doli Kurnia.

Akbar Tanjung menjelaskan perbedaan sikap dalam partai adalah hal biasa sebagai dinamika dalam sebuah organisasi politik. Pemberhentian keanggotaan juga bisa dilakukan dengan berdasarkan mekanisme kepartaian.

“Kalau seandainya kita melihat itu sudah melampaui daripada batas yang kita anggap wajar, kita kirim utusan resmi. Ingatkan,” kata mantan ketua DPR itu. (nuch/kom)

loading...