Bambang-Soesatyo
Bambang Soesatyo. (foto: dok. Tempo)

JAKARTA, harianpijar.com – Pansus Hak Angket KPK oleh DPR menilai friksi atau konflik yang terjadi di internal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah diluar batas kewajaran.

Pasalnya, langkah KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air cenderung tidak lagi dibawah kendali lima komisioner.

Menurut Anggota Pansus Hak Angket Bambang Soesatyo, ada ketidakpatuhan pegawai KPK terhadap pimpinannya. Dirinya khawatir, ada sekelompok orang yang ikut menjadi penentu kebijakan dalam institusi tersebut.

“Friksi yang ada di KPK sudah tidak wajar, bahkan menggambarkan terjadinya subordinasi atau ketidakpatuhan kepada pimpinan. Kalau tidak dihentikan, kecenderungan subordinasi itu berpotensi menampilkan komisioner keenam atau komisioner bayangan,” kata Bambang Soesatyo seperti dilansir Antara, pada Minggu, 3 September 2017.

Hal itu, kata Bambang Soesatyo, terkait pernyataan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Brigjen Aris Budiman yang menyebut ada sekelompok orang di KPK yang ikut menjadi penentu kebijakan di lembaga antirasuah tersebut.

Menurut Bambang Soesatyo pernyataan Aris Budiman mengonfirmasi cerita lama tentang perilaku subordinasi sejumlah oknum di KPK dan kejadian itu cenderung terjadi pada banyak institusi.

Lebih lanjut Bambang Soesatyo berharap KPK tidak mengadaptasi kecenderungan itu sehingga subordinasi yang terjadi saat ini harus segera diakhiri agar tidak muncul komisioner bayangan.

“Tidak boleh ada upaya membangun kekuatan tersembunyi dengan menunggangi kerja pemberantasan korupsi,” ujar Bambang Soesatyo.

Selain itu Bambang Soesatyo juga mengatakan, Pansus Hak Angket telah mencatat sejumlah temuan yang menggambarkan persoalan serius terkait aspek tata kelola kelembagaan KPK.

Seperti masalah pencatatan barang sitaan oleh KPK, Bambang Soesatyo mempertanyakan apakah persoalan ini sudah diketahui oleh para pimpinan KPK.

Karena jika pimpinan KPK sudah mengetahui tetapi tidak melakukan pembenahan, maka kepemimpinan tersebut patut dipermasalahkan.

“Sebaliknya, jika masalah pencatatan barang sitaan itu tidak diketahui pimpinan KPK, berarti masalah subordinasi di tubuh KPK sudah akut,” kata Bambang Soesatyo.

Sementara itu, cerita tentang perilaku menyimpang oknum penyidik KPK bukan hal yang baru. Bambang Soesatyo mengatakan, ada beragam versi isu yang menggambarkan penyidikan kasus korupsi ditunggangi oknum untuk melakukan korupsi juga.

Jika hal itu sekadar alibi untuk memojokkan KPK, maka perlu pimpinan KPK untuk mendalami kasus tersebut. Menurut Bambang Soesatyo sudah ada dugaan kasus penyimpangan perilaku oleh pegawai KPK. (nuch/cnn)

loading...