Nasir-Djamil
Muhammad Nasir Djamil. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Muhammad Nasir Djamil meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kelompok Saracen, penyebar ujaran kebencian dan hoax yang berbau SARA.

Nasir Djamil tak ingin kasus tersebut ibarat bisul yang bisa kembali tumbuh jika tak ditangani tuntas sampai ke akarnya.

“Kita bersyukur mereka tertangkap dan diketahui. Jadi, jangan kemudian ibarat bisul, kita selesaikan begitu saja. Nanti tumbuh lagi dia di tempat lain. Kalau bisul dikasih salep, kalau penanganan seperti bisul nanti itu timbul lagi di dada di mana gitu,” kata Nasir Djamil di DPP PKS, Jakarta Selatan, Minggu, 3 September 2017.

Pasalnya, Nasir Djamil khawatir jika kelompok Saracen tak diungkap sampai tuntas akan berdampak ke Pemilu 2019. Hal itu dapat memperburuk jalannya pesta demokrasi jika masih diwarnai oleh isu hoax dan SARA.

“Saya khawatir jelang Pemilu 2019 akan ramai kelompok yang produksi kebohongan dan tidak tertutup kemungkinan bahwa kualitas demokrasi ini diperburuk,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi menangkap MAH terkait kelompok Saracen. MAH merupakan pendiri dan pembuat grup Saracen.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan MAH pernah bertemu dengan Jasriadi di Jakarta dan berdiskusi. Keduanya kemudian membuat proposal untuk menawarkan pekerjaan kepada Saracen.

Selain itu, pihak kepolisian juga sedang menganalisis rekening kelompok Saracen, bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Pada 30 Agustus telah ditangkap 1 orang atas nama MAH di wilayah Pekanbaru, Riau. Keterlibatan yang bersangkutan ini adalah sebagai founder Saracen. Founder atau pendiri atau yang membuat kelompok Saracen ini dalam media sosial. Yang bersangkutan juga yang mengganti web Saracennews.com menjadi NKRI Harga Mati,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, pada Kamis, 31 Agustus 2017 lalu. (nuch/det)

loading...