Komjen-Ari-Dono-Sukmanto
Komjen Ari Dono Sukmanto. (foto: Antara Foto)

JAKARTA, harianpijar.com – Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menyatakan pihak yang telah menggunakan jasa kelompok penyebar ujaran kebencian dan hoax, Saracen, terancam dikenakan sanksi pidana.

“Iyalah (bisa dipidana), sekarang kan (yang menggunakan Saracen) menyuruh melakukan sesuatu yang melanggar hukum, kan gitu,” kata Komjen Ari Dono Sukmanto usai salat Ied di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat, 1 September 2017.

Lebih lanjut Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan Polri akan mengusut tuntas kasus ini sampai ke akarnya. Bahkan siapa yang pernah menggunakan jasa kelompok Saracen juga akan diusut.

“Oh iya (mengusut tuntas). Kalau kasus itu kita (selesaikan) sampai nol (selesai). Siapa yang pernah menggunakan (Saracen), dananya kalau memang ada siapa yang bayar, berapa dibayar, untuk apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus sindikat Saracen.

Presiden Jokowi menilai kelompok Saracen yang menyebarkan hoax di dunia maya sangat mengerikan dan harus segera diungkap sampai ke akar-akarnya oleh polisi.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, tapi siapa yang pesan. Siapa yang bayar. Harus diusut tuntas,” tegas Presiden Jokowi.

Sementara itu, dalam kasus ini polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni JAS, MFT, dan SRN. Kelompok Saracen menetapkan tarif sekitar Rp72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.

Kelompok Saracen telah ada sejak November 2015. Mereka menggunakan beberapa media untuk menyebarkan ujaran kebencian dan hoax yang berbau SARA.

Media tersebut antara lain di Grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews, dan berbagai grup lainnya. (nuch/kom)

loading...