Konten-Negatif
Ilustrasi. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Saat ini kondisi media sosial di Tanah Air bisa dikategorikan cukup memprihatinkan, ditambah pasca polisi berhasil mengungkap sindikat penyebar ujaran kebencian dan SARA, Saracen.

Terkait hal itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun tengah bergerak mematangkan aturan untuk penyedia layanan Over the Top (OTT) seperti Google, Facebook, Twitter, WhatsApp, Line, dan lain-lain.

“Kemarin kayak di luar negeri ada badan khusus menangani hoax dari medsos. Nah, kalau di Indonesia lagi buat aturan Over the Top. Itu adalah aturan tentang platform di internet seperti FB, Twitter, segala macam. Nah itu aturannya di dalam situ kita atur juga bahwa mereka wajib aktif membersihkan (hoax),” kata Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, di kantornya, Sabtu, 26 Agustus 2017.

Pihak Kominfo juga sudah memanggil para petinggi penyedia OTT. Aturan tersebut sekarang sedang dimatangkan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2017 ini.

“OTT sampai tahapan draf. Kemarin kita baru konsultasi pertama dengan komunitas dulu, ini yang kita garap secara cepat. Diharapkan tahun ini bisa selesai,” ungkap Semuel Abrijani.

Selain itu, Kominfo mewajibkan penyedia OTT harus mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia. Karena, konten negatif yang berisi ujaran kebencian, SARA, hingga radikalisme saat ini sudah cukup tersebar.

“Harus ngikut, yang punya negara kan siapa? Mereka berdiri di sini tapi kita akan buat aturan yang memperhatikan kaidah bisnis international, tapi jangan sampai kedaulatan kita dikorbankan,” kata¬†Semuel Abrijani. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR