fahri-hamzah-1
Fahri Hamzah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyindir Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi SP. Lain itu, menurut Fahri Hamzah, sebagai juru bicara presiden Johan Budi diminta jangan banyak bicara bila tidak diperintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

‎”Kalau jubir jangan ngomong kalau nggak dikasih perintah dari presiden. Diam, tutup mulut. Dia harus disiplin. Apa yang dikatakan presiden itu yang dia katakan. Dia disumpah sebagai pejabat negara, tertib. Dia hanya boleh ngomong kalau diperintah presiden,” kata Fahri Hamzah di DPR, Jakarta, Jumat 25 Agustus 2017.

‎‎Sementara, sindiran Fahri Hamzah ini disampaikan karena pernyataan Johan Budi terkait usulan Fahri Hamzah yang menginginkan Pansus Hak Angket KPK memanggil Presiden Jokowi. Sedangkan, Johan Budi menyinggung pernyataan Fahri Hamzah itu berstatus apa.

“Pak Fahri itu Pansus bukan,” kata Johan Budi menanggapi usulan Fahri Hamzah, Kamis 24 Agustus 2017.

Selanjutnya, dikatakan Fahri Hamzah, usulan itu merupakan usulannya sebagai anggota DPR. Dirinya menegaskan, sebagai anggota DPR dirinya berhak berbicara apapun.

“Saya sebagai anggota DPR. Jadi gini, anggota DPR dipilih rakyat untuk ngomong,” kata Fahri Hamzah.

Selain itu, juga dijelaskan Fahri Hamzah, dirinya mengingatkan supaya Johan Budi jangan jadi agen KPK di Istana dan memainkan opini.

“‎Jangan bermanuver, jangan bermain opini dan jangan jadi agen novel, jangan jadi agen KPK di Istana,” jelas mantan politikus PKS itu di DPR, Jakarta, Jumat 25 Agustus 2017.

Selanjutnya, Fahri Hamzah juga menyinggung soal kelakuan orang-orang yang bekerja di KPK. Selama ini, orang yang bekerja di KPK menganggap lebih tinggi dari siapapun. Johan Budi sendiri merupakan mantan juru bicara KPK.

‎”Memang orang-orang kpk itu besar kepala karena menganggap posisi moralnya lebih tinggi dari orang lain. Itu kelakuannya tiap hari,” ucap Fahri Hamzah.

Bahkan, menurut Fahri Hamzah, kelakuan seperti ini juga disinggung kepada juru bicara KPK Febri Diansyah. Di mana Febri Diansyah mengatakan akan mengaudit keuangan Pansus Hak Angket KPK.

“Eh siapa yang mengawas siapa yang diawasi,” kata Fahri Hamzah.

“Jadi kpk itu, saking moralnya tinggi ini kaya lembaga kultus. Akhirnya orang-orang ini belagu, petantang-petenteng kelakuanya itu, ‎padahal setan juga banyak itu,” lanjut Fahri Hamzah.

Selain itu, juga dikatakan Fahri Hamzah, atas perilaku KPK yang demikian dirinya pernah melaporkanya kepada Presiden Jokowi.

“Saya uda bilang ke Pak Jokowi bulan puasa. ‘Pak Fahri kenapa kritik KPK terus?’. Saya bilang ‘Pak ada negara dalam negara‎ hati-hati bapak’. Saya bilang begitu di meja makan Istana. Saya buka ini karena saya sudah ngomong, saya ingatkan presiden ada negara dalam negara,” tandas Fahri Hamzah.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR