Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: AFP)

JAKARTA, harianpijar.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pekan ini memiliki agenda maraton untuk bertemu dengan para menterinya, begitu juga pada hari ini, Jumat 25 Agustus 2017. Lain itu, berdasarkan informasi yang terkumpul, pertemuan juga melibatkan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Sementara, sekira pukul 09.00 WIB tadi pagi, mobil dinas menteri yang terparkir di halaman parkir Istana Negara adalah milik Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala BKPM Thomas Lembong.

Selanjutnya, pertemuan internal ini tampak berlangsung singkat. Sekitar pukul 09.30 WIB, para menteri keluar dan tanpa memberikan keterangan kepada wartawan. Begitu juga dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang ikut dalam pertemuan tersebut.

Kemudian, berselang beberapa saat, tiba giliran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir yang menghadap Presiden Jokowi pada pagi tadi.

Sementara diketahui, awal pekan ini, Senin 21 Agustus 2017, sebelum menerima kedatangan Wakil Perdana Menteri Uzbekistan, agenda Presiden Jokowi menerima Menteri ESDM Ignasius Jonan. Lain itu, pekan ini lebih banyak dipakai untuk pertemuan internal bersama menterinya.

Bahkan, sehari setelahnya, Selasa 22 Agustus 2017, agenda Presiden Jokowi sepenuhnya adalah melakukan pertemuan internal dengan menteri. Saat itu, Presiden Jokowi menerima Menteri PAN-RB Asman Abnur dan Kepala Bulog Djarot Kusumayakti.

Kemudian Rabu 23 Agustus 2017 pagi, Presiden Jokowi menerima Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Lain itu, Khofifah Indar parawansa sendiri hadir di istana saat kabar dirinya hendak maju dalam Pilkada Jawa Timur 2017 sedang kuat.

Agenda sorenya harinya, Presiden Jokowi mendengarkan laporan Menteri Olahraga Imam Nahrawi mengenai SEA Games 2017.

Kemarin Kamis 24 Agustus 2017, agenda Presiden Jokowi juga sepenuhnya internal. Hingga malam hari sekitar pukul 19.05 WIB, Pramono Anung merapat ke halaman parkir Istana Negara.

Saat itu, Pramono Anung mengatakan sebagai Seskab wajar datang apabila dipanggil Presiden kapanpun. Lain itu, pertemuan internal itu disebut untuk mempersiapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Singapura 6-7 September 2017 mendatang.

loading...