Johan-Budi
Johan Budi Sapto Prabowo.

JAKARTA, harianpijar.com – Juru bicara Istana Kepresidenan Johan Budi SP mengapresiasi langkah kepolisian yang berhasil mengungkap keberadaan sindikat penyebar pesan kebencian, Saracen. Lain itu, Johan Budi mengatakan, kejahatan sindikat Saracen harus diusut hingga ke akar-akarnya.

“Hal itu bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa jika dibiarkan,” kata Johan Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 24 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Johan Budi menjelaskan, sebelumnya Mabes Polri baru saja mengungkap keberadaan sindikat Saracen di media sosial pasca menangkap tiga tersangka penyebar pesan kebencian JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

Sementara, dikatakan Johan Budi, cara kerja Saracen menurut pihak Kepolisian, adalah dengan menarik para netizen yang berani dan berniat mengunggah konten-konten provokatif, mengandung isu SARA dan pesan kebencian ke sosial media. Bahkan, mereka bersedia bekerja berdasarkan pesanan.

“Cara kerja Saracen menurut kepolisian Saracen, dengan menarik para netizen yang berani dan berniat mengunggah konten-konten provokatif, mengandung isu SARA dan pesan kebencian ke sosial media. Mereka bersedia bekerja berdasarkan pesanan,” kata Johan Budi.

Lebih lanjut, dijelaskan Johan Budi, pihak kepolisian juga mengatakan bahwa Saracen memiliki anggota-anggota yang paham ilmu IT dan operasi dan media sosial. Dengan begitu, mereka bisa menyiapkan akun anonim yang dibutuhkan hingga membuka blokir akun-akun bermasalah.

Selanjutnya, Johan Budi menegaskan, bahwa pemerintah tak hanya meminta perkara Saracen ini diusut tuntas, namun juga meminta netizen untuk lebih bijak lagi menggunakan sosial media. Hal itu mengingat Saracen bergerak dengan merekrut netizen-netizen yang ingin menyebar pesan kebencian.

“Kan sudah pernah diingatkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar menggunakan media sosial secara santun. Jangan saling menghina, menghujat, memfitnah karena kita kan bersaudara,” tandas Johan Budi menirukan.

loading...