HARIAN-PIJAR

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyatakan partainya lebih memilih mengusung Ichsan Yasin Limpo atau Nurdin Abdullah untuk Pilgub Sulsel tahun 2018 mendatang.

Selain itu, menurut Arsul Sani, dukungan Djan Faridz kepada Nurdin Halid tidak lah legal.

“Kalau soal Djan, ya paling jauh hanya bersuara di media. Namun kan dia tidak punya legalitas untuk mengusung,” kata Arsul Sani melalui pesan singkat, pada Selasa, 22 Agustus 2017.

Sedangkan, dukungan Djan Faridz kepada Nurdin Halid tidak legal karena saat ini kepengurusan PPP yang di pimpin Romahamurmuziy dinyatakan sah usai menang gugatan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA).

Tak hanya itu, PPP pimpinan Romahamurmuziy memiliki SK Menkumham.

“Lha iyalah, menurut UU Pilkada kepengurusan yang bisa usung adalah mereka yang terdaftar dan miliki SK Menkumham. Djan tidak pernah punya SK Menkumham, kemudian Putusan MA 601/2015 yang dia selalu rujuk itu kan sudah dibatalkan oleh MA sendiri dengan Putusan PK Nomor 79/2017,” ujar Arsul Sani.

Sementara itu, Djan Faridz sebelumnya menyatakan dukungannya kepada pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahar untuk maju di Pilgub Sulsel 2018. Bahkan, Djan Faridz juga sudah menyerahkan surat rekomendasi dukungannya itu kepada Nurdin Halid, Ketua Harian DPP Golkar.

“Surat rekomendasi itu melampirkan nota kesepahaman antara kedua pihak, yakni DPP PPP dan Nurdin Halid, dan ditandatangani kedua belah pihak,” kata Juru bicara Timses Nurdin Halid-Aziz Qahar, Risman Pasigai, saat dikonfirmasi, Senin. (nuch/det)

loading...