Gowes Sepeda dari Istana, Presiden Jokowi Bagikan Sertifikat Tanah Warga Jakarta

Jokowi-Sertifikat-Tanah
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bagikan sertifikat tanah di Thamrin. (foto: detik/Danu Damarjati)

JAKARTA, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggowes sepedanya sekitar 800 meter, dari Istana Merdeka menuju Park and Ride Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Minggu, 20 Agustus 2017.

Selain itu, Presiden Jokowi juga membagi-bagikan sertifikat tanah untuk warga Jakarta dan sekitarnya.

Sekitar pukul 08.40 WIB Presiden Jokowi tiba di Park and Ride, Jl MH Thamrin di suasana hari bebas kendaraan. Masyarakat pun terlihat antusias menyambutnya, terlebih masyarakat yang tengah berkumpul di acara ‘Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah, Program Strategi Nasional se-Jabodetabek’.

Baca juga:   Presiden Jokowi Perintahkan Kapolri Untuk Menindak Tegas Praktik Persekusi

Lagu Indonesia Raya berkumandang dilanjutkan dengan tarian Kinang Kilaras sebagai pembuka acara. Ada ribuan masyarakat hadir di sini dengan mengenakan kaso merah putih, seragam pembagian sertifikat.

Ikut hadir di acara ini yakni Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, serta Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali.

Lebih lanjut Sofyan Djalil mengatakan, ada 7.200 orang dari 7.500 yang hadir di acara ini. Mereka semua akan menerima sertifikat tanah.

“Ini adalah bagian dari program percepatan sertifikat tanah di Indonesia. Pemerintah Jokowi-JK berencana untuk merencanakan kalau bisa seluruh tanah di Indonesia disertifikatkan. Harapannya, tidak ada sejengkal tanah yang tidak bersertifikat,” ujar Sofyan Djalil dalam sambutannya.

Baca juga:   Ma'ruf Amin: Presiden Jokowi Batalkan Program Full Day School

Tak hanya itu, sertifikat tanah tersebut, kata Sofyan Djalil, juga akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Dirinya menargetkan tahun 2018 mendatang semua tanah sudah memiliki sertifikat.

“Kami tagetkan semua bersertifikat tahun depan di Jakarta. Semoga tidak ada yang masih bersengketa. Dan targetnya tahun depan dibagi 7 juta sertifikat secara nasional,” tandas Sofyan Djalil. (nuch/det)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar Anda!
Masukkan nama Anda disini