sby-mega
Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat bersalaman dan saling menyapa saat keduanya hadir di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 Agustus 2017. (foto: Anung Anindito/dok.SBY)

JAKARTA, harianpijar.com – Acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin ada yang spesial. Pasalnya, selain Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK), upacara peringatan juga dihadiri oleh presiden-wakil presiden sebelumnya.

Mantan presiden RI yang hadir diantaranya Presiden ketiga BJ Habibie, Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ani Yudhoyono.

Selain itu, hadir juga mantan ibu negara Sinta Nuriyah, istri Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta mantan Wapres Try Soetrisno bersama istri, Tuti Sutiawati, dan Boediono juga bersama istri, Herawati.

Sementara, kehadiran mereka secara bersama dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka tersebut sangat langka dan bersejarah. Karena, ini pertama kalinya SBY menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan setelah 10 tahun berkuasa.

Pada HUT RI 2015 dan 2016, SBY merayakannya di kampung halamannya, Pacitan, Jawa Timur. Bahkan, Megawati Soekarnoputri tidak pernah hadir di istana selama satu dekade SBY menjabat presiden.

Namun, semenjak Jokowi menjadi presiden, Megawati Soekarnoputri tidak pernah absen mengikuti HUT kemerdekaan di istana.

Sebelum upacara berlangsung, mantan presiden keenam RI SBY sempat menghampiri Megawati Soekarnoputri dan keduanya bersalaman dan tampak saling menyapa. Senyum tipis terpancar dari wajah keduanya.

Selanjutnya, SBY dan Ani lalu duduk di samping Ketua DPR Setya Novanto dan istri. Megawati Soekarnoputri duduk di barisan sebelahnya, diapit BJ Habibie dan Ketua MPR Zulkifli Hasan beserta istri.

Seusai acara, Jokowi mengajak BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, dan SBY berfoto bersama. Setelah itu, mereka beramah-tamah di dalam istana Merdeka.

“Semoga bangsa Indonesia semakin bersatu. Kompak membangun negerinya bersama-sama. Insya Allah pada 2045 negara kita akan kuat, makin adil, dan makin makmur,” kata SBY seusai ramah-tamah.

Terkait dengan isu yang dibicarakan dalam acara itu, SBY mengaku ada banyak hal yang diobrolkan. Namun, ketika ditanya tentang komunikasinya dengan Megawati Soekarnoputri, SBY tidak bersedia menjawabnya.

Sementara, Megawati Soekarnoputri pun enggan menanggapi pertanyaan wartawan soal pertemuannya dengan para mantan kepala negara, khususnya dengan SBY.

Bahkan, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) itu hanya tersenyum sambil meminta para jurnalis memberikan jalan baginya untuk keluar dari istana Merdeka.

Sedangkan, Ketua Umum PPP Romahurmuziy yang hadir pula di istana menilai jika setiap hari suasana kenegaraan para pemimpin bangsa seperti Hari Kemerdekaan ini, akan timbul kesejukan.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR