OPM
. (foto: Wilpret Siagian)

JAKARTA, harianpijar.com – Tentara Pembebasan Nasional-Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) merasa dibohongi oleh kelompok tertentu sehingga akhirnya menyerahkan diri kembali kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu, TNI menilai penyerahan diri TPN-OPM tersebut karena pembangunan di Papua sudah semakin maju.

“Mereka yang di dalam itu melihat luar itu semakin maju sementara kita di dalam makin menderita, nah itu yang terjadi,” kata Kapendam XVII/Cendrawasih Letkol Inf Muhammad Aidi saat dihubungi, pada Rabu, 16 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Letkol Inf Muhammad Aidi mengatakan pemerintah dan TNI telah melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara mereka yang tergabung dalam TPN-OPM itu malah hidup serba kekurangan.

“Jadi yang kita lakukan kegiatan TNI khususnya melalui kegiatan teritorial, pertanian, persawahan, pembangunan jalan, pengobatan, selama ini mereka melihat yang di hutan itu merasa berjuang tapi tidak mendapatkan apa-apa,” kata Letkol Inf Muhammad Aidi.

Tak hanya itu, TPN-OPM juga tak bisa membuktikan mengenai penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Papua seperti yang disuarakan mereka selama ini.

Justru sebaliknya, pemerintah telah memberikan keistimewaan kepada setiap warga Papua untuk bisa mengembangkan daerahnya.

“Karena yang mereka kembangkan itu, mereka merasa dijajah oleh NKRI, sama Indonesia tetapi begitu kita balikan kepada mereka, tolong buktikan satu bukti bahwa Papua dijajah sama Indonesia apa buktinya? sementara itu tidak satu pun, tidak ada hak warga Papua yang diisi oleh bukan Papua. Jadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak ada pun yang tidak dimiliki oleh Papua, jadi banyak sekali keistimewaan Papua yang diberikan kepada orang Papua yang tidak bisa dimiliki WNI lain. Contohnya pemerintah di Papua, dari jabatan kepala kampung sampai gubernur itu dijabat Papua, orang non Papua tidak bisa menjadi gubernur untuk saat ini,” jelas Letkol Inf Muhammad Aidi.

Sebelumnya, Panglima TPN-OPM Yapen Timur Kris Nussy alias Corinus Sireri bersama bawahannya menyerahkan diri, pada Selasa, 15 Agustus 2017. Mereka baru menyadari telah ditipu oleh pihak-pihak kelompok OPM di Papua yang menyatakan perjuangan mereka akan menghasilkan kemerdekaan Papua.

“Selama ini kami ditipu. Kami capek berjuang di hutan tetapi tidak ada yang kami dapatkan,” ungkap Corinus Sireri usai menyerahkan 12 pucuk senjata kepada Kabinda Papua dan Tim Maleo Kodam XVII Cenderawasih di bukit Wadafi kampung Mamarimp, Distrik Wadamomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa, 15 Agustus 2017.

Perjuangannya, kata Corinus Sireri, selama 20 tahun terakhir tak membuahkan hasil. Bahkan, perjuangannya itu malah hanya menuai kebencian rakyat Papua.

“Semua itu hanya tipu-tipu. Perjuangan kami selama 20 tahun tidak menghasilkan apa-apa, malah kami dibenci masyarakat kami sendiri,” tandas Corinus Sireri. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR