Saut-Situmorang-1
Thony Saut Situmorang. (foto: Liputan6)

JAKARTA, harianpijar.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menginginkan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atau tim independen guna mengusut kasus teror penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Meski demikian, pimpinan KPK menilai tim independen tersebut tidak lah relevan.

“Tim independen saya tidak melihat itu relevan. Karena itu nanti akan banyak, perjalanan bangsa kita, tim-tim seperti itu yang pada akhirnya vocal point-nya kan tentu penegak hukum. Ya kan barang ini harus dibawa ke pengadilan. Jadi sebaiknya ini KUHAP saja,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kepada wartawan di kantornya, pada Rabu, 16 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Saut Situmorang menegaskan dirinya bukan pihak yang memutuskan dibentuk atau tidaknya tim independen. Dirinya ingin kasus teror yang menimpa Novel Baswedan diusut dan dibawa ke pengadilan.

“Kalau TGPF ini bagus, tapi kayaknya bagaimana dia membawa ini ke pengadilan jalannya jadi panjang. Jadi (lebih baik ke) penyidik saja. Kalau penyidik itu kan kita pantau. Itu bisa lebih cepat,” ujar Saut Situmorang.

Selain itu, walaupun menolak TGPF, Saut Situmorang tetap mendukung pembentukan tim gabungan KPK-Polri. Tak hanya itu, dirinya akan mengajukan diri bila tim tersebut terbentuk.

“Kita respons positif, kalau memang perlu. Tapi nanti kita lihat apakah perlu day by day atau pimpinan langsung. Kalau saya pribadi, bisa ikut dalam tim itu. Saya suka mendalaminya,” ungkap Saut Situmorang.

Seperti diberitakan, kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sejak penyerangan terjadi pada 11 April lalu hingga kini belum juga menemui titik temu.

Yang terbaru, Polda Metro Jaya didampingi KPK sudah melakukan pemeriksaan terhadap Novel Baswedan di Singapura. Novel Baswedan ditanya 20 pertanyaan seputar kronologi kejadian.

Sebelumnya, Novel Baswedan juga sempat menyebut ada keterkaitan jenderal di balik kasus penyerangannya. Namun, hingga kini Novel Baswedan sendiri belum berkenan untuk membukanya selain di depan TGPF. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR