Masinton-Pasaribu
Masinton Pasaribu. (foto: Media Indonesia)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka rekaman video pemeriksaan Miryam S Haryani saat menjadi saksi kasus korupsi proyek e-KTP. Lain itu, saat itu Miryam S Haryani diperiksa oleh penyidik KPK Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.

Selain itu, terbuka perbincangan tentang Miryam S Haryani yang dipanggil oleh Komisi III DPR sebelum memberikan kesaksian di KPK. Sementara, nama Desmond J Mahesa, Masinton Pasaribu dan Aziz Syamsuddin disebut di situ sebagai orang yang menekan Miryam S Haryani.

Tetapi, video yang diputar dipersidangan Miryam S Haryani dalam status terdakwa pemberi keterangan palsu tersebut dibantah seluruhnya oleh Masinton Pasaribu. Bahkan, menurutnya apa yang terjadi di persidangan itu 1000 persen tidak benar.

“Saya pastikan seribu persen tidak benar, kalau sejuta persen ada enggak? Ya sudah kamu tulis itu sejuta persen tidak benar,” kata Masinton Pasaribu saat dikonfirmasi, Selasa, 15 Agustus 2017.

Menurut Masinton Pasaribu, dalam video yang dilihatnya di media massa, di situ terjadi keanehan. Lain itu, Novel Baswedan terlihat sedang mengarahkan Miryam S Haryani untuk menyebut orang-orang tertentu. Selanjutnya, kata-kata nama anggota DPR juga keluar bukan dari mulut Miryam S Haryani, tapi Novel Baswedan.

“Ini memang trik penyidik untuk mengarahkan saksi atau orang yang sedang diperiksa. Kan itu keluar lisannya Novel, itukan Novel, kalau yang saya lihat sepotong dari media ya. Itukan Novel, bukan keluar dari lisannya Miryam,” kata Masinton Pasaribu yang juga anggota Komisi III DPR ini.

Lebih lanjut, ditegaskan Masinton Pasaribu, semua yang ada di video itu juga telah dibantah oleh Miryam S Haryani. Karena, di dalam sidang, Miryam S Haryani juga sudah protes, kenapa video yang ditampilkan hanya sepotong-sepotong saja.

“Pokoknya begini, berkaitan dengan persidangan baik itu yang diterangkan Novel, maupun cerita yang ada di persidangan, aku enggak pernah tahu. Makanya di awal aku bantah, itu keterangan palsu yang diarahkan Novel untuk Miryam,” tegas Wakil Ketua Pansus KPK ini.

Seperti diberitakan, Jaksa penuntut umum KPK memutar video pemeriksaan Miryam S Haryani saat menjadi saksi untuk tersangka Irman dan Sugiharto. Dalam rekaman tersebut ternyata terungkap sebelum pemeriksaan, Miryam S Haryani telah diberi tahu dan diminta tidak mengaku oleh beberapa anggota Komisi III.

Sementara, beberapa anggota Komisi III tersebut diantaranya, Desmond J Mahesa, Aziz Syamsuddin, Sarifuddin Sudding, Bambang Soesatyo, Hasrul Azwar dan Masinton Pasaribu. Sedangkan, menurut penyidik KPK, orang disebut itu memang kerap memanggil anggota DPR yang terlibat kasus dengan KPK.

“He-em,” jawab Miryam S Haryani mengamini orang yang memanggilnya itu, Senin 14 Agustus 2017 kemarin.

Sementara, Miryam S Haryani terus menceritakan kepada penyidik soal apa saja yang dibicarakan saat itu. “Ee..Desmond, Aziz yang ngomong (suara batuk)…(suara tidak jelas) gue panggil luh. Gue yang malu, Pak,” katanya.

“Kasus apa? Pak Giarto. ‘Lu kan mitra kerjanya’, katanya gitu. ‘Oh gitu ya Pak? Pinter yah? Oowh jangan pernah sebut partai, jangan pernah sebut orang’. Ya saya biasa saja, ‘Oh iya, oke ke ke’. Singkat cerita Pak, kalau kita kan kadang-kadang ketemu rapat.”

“Apalagi mereka juga anggota badan anggaran, jadi gini ‘Ini nih Hanura ini pengamanan, pengamanan’ gitu to, ngomongnya begitu ‘pengamanan pengamanan’ buat apa lagi pengamanan?.”

“Saya belum dipanggil ya pak, dipanggil aja, ‘Pak silakan kan lu belum dipanggil aja ‘Kan saya belum dipanggil’ gitu gitu. ‘gue ngasih tau dan nanti ni ya, sampai diajarin Pak, ‘Nanti Miryam, ruangannya kecil, yang nyidik nanyanya bolak-balik, terus pasti ditinggal. Trus pas itu nanti ditanya bolak-balik, gitu. Pokoknya apa yang ditanya jangan ngaku salah, jangan ngaku’.”

“Pokoknya jangan, ketemu Giarto jangan, dia ngerti kalau itu salah bang (ke penyidik).”

Namun, Miryam S Haryani mengakui kalau itu sulit karena merupakan mitra kerja. “Kenapa Giarto ke rumah? Ee misalnya Pak Giantro ketemu dimana, dipanggilnya ke dimana gitu,” lanjut Miryam S Haryani menceritakan saat bersama Desmond cs.

“Jangan jangan gitu. ‘Ada titipan? ‘Nggak ada titipan pokoknya, pokoknya di ujung pembicaraan tidak ada yang ngaku.”

Kepada penyidik, Miryam S Haryani pun mengakui kalau ternyata Komisi III ulahnya demikian. “Dia luar biasa Pak, Komisi tiga kok saya jadi waduh kacau ini mah. Luar biasa komisi tiga, gila. Cuma ama lu (penyidik KPK) gw kasih tahu kayak gini. Dipanggil bener, bener minggu lalu,” ungkapnya.

Penyidik pun menanyakan siapa yang memanggil Miryam S Haryani. “Enggak Pak, enggak ada Bamsot (Bambang Soesatyo politisi Golkar),” ucapnya

Penyidik KPK pun berterimakasih terhadap Miryam S Haryani. “Lha ini yang kemudian menjadi menarik untuk kita cari tahu (Novel kepada Ambarita). Yang jelas, tadi saya sampaikan kepada Bu Yani bahwa Ibu enggak usah takut, enggak usah khawatir, saya katakan begitu,” ucapnya.

“Dan kami pada posisi ee..terima kasih sama Ibu, dan kalau ada info lebih jauh lagi, jangan ragu untuk beri tahu kita,” tutup penyidik itu.

loading...