ahok-kosong-1
Aldwin Rahadian, kehadiran Ahok dirasa penting karena itu merupakan objek yang berpidato terkait Al Maidah ayat 51 dalam video yang diperkarakan.

BANDUNG, harianpijar.com – Kuasa hukum ‎terdakwa Buni Yani, Aldwin Rahadian, kembali mempersoalkan ketidakhadiran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang ke sembilan kasus pelanggaran UU ITE.

Lain itu, sidang ke sembilan yang digelar hari ini, Selasa 15 Agustus 2017 di ruang Perpustakaan dan Arsip Daerah, Kota Bandung, dipimpin Majelis Hakim M Sapto.

“Sangat tidak adil yang mulia. Kami minta dihadirkan. Karena dalam catatan tersebut diduga tidak valid sesuai dengan pasal 162 KUHP. Yang bersangkutan (Ahok) tidak punya alasan untuk tidak datang ke sini,” kata Aldwin Rahadian dalam sidang.

Menurut Aldwin Rahadian, kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dirasa penting karena itu merupakan objek yang berpidato terkait Al Maidah ayat 51 dalam video yang diperkarakan. Dan akibat ucapan itu, Ahok ditahan dua tahun penjara.

Selain itu, catatan BAP yang telah disumpah untuk mengganti kesaksian Ahok dinilai tidak objektif. Bahkan, alasan tidak bisa dihadirkan karena jarak jauh sangat diskriminasi terhadap Buni Yani.

Sementara, menurut jaksa penuntut umum (JPU) M Taufik, kenapa Ahok tidak kembali hadir di sidang tersebut. “Yang bersangkutan telah dipanggil tiga kali, namun tetap tidak diizinkan pihak Rutan dan tidak memungkinkan hadir,” kata M Taufik.

Sedangkan, pada sidang ke sembilan kali ini, sidang beragendakan pemeriksaan saksi memberatkan bagi terdakwa Buni Yani. Yang terdiri dari empat saksi yang di antaranya dari Digital Forensik, ahli agama, ahli bahasa dan Sosiolog.

loading...