ilustrasi-sosial-media
Ilustrasi. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Seperti diberitakan sebelumnya seorang guru bahasa Inggris, yang berinisial TS (25), di Sekolah Menengah Pertama Kristen (SMPK) Penabur yang terletak di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ditangkap polisi.

Kasus ini terungkap setelah orang tua murid menemukan percakapan anaknya dengan TS melalui aplikasi messenger, Line.

Selanjutnya, polisi menangkap TS di sekolahnya. TS pun mengakui bahwa dia telah mengirimkan chat berkonten pornografi ke empat orang siswinya.

Sementara itu, SMPK Penabur mengatakan tidak akan mentolerir oknum guru yang mengirimkan chat berkonten pornografi lewat ponsel dengan murid tersebut. Selain itu, sanksi tegas pun akan diberikan.

“Sehubungan maraknya pemberitaan media sosial mengenai oknum pendidik dan peserta didik kami. SPK Penabur Jakarta tidak mentolerir tindakan apapun yang mengancam keselamatan peserta didik, untuk menangani permasalahan tersebut dan mengambil tindakan tegas secara internal,” tulis SMPK Penabur dalam keterangannya seperti dilansir detik, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Selain itu, pihak sekolah juga akan berkoordinasi dengan para wali murid untuk menangani permasalahan tersebut. Koordinasi akan dilakukan untuk mengembalikan suasana belajar-mengajar agar kembali kondusif.

“Sekolah dan orang tua telah sepakat untuk bergandengan bekerja sama mengatasi permasalahan yang sedang terjadi dan memprioritaskan pemulihan dan upaya konstruktif, agar suasana belajar dapat kembali kondusif,” demikian tulis SMPK Penabur.

Sejak pukul 08.00 WIB, pihak sekolah melakukan pertemuan internal dengan para wali murid untuk membahas permasalahan ini lebih lanjut.

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR