Yudi-Latief
Yudi Latief. (foto: setkab.go.id)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief menyinggung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno yang dianggap memiliki ras identik saat berbicara soal kemajemukan di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Yudi Latief dalam sambutannya di acara Program Penguatan Pendidikan Pancasila pada Jumat 11 Agustus 2017 malam. Lain itu, dirinya juga menuturkan Indonesia adalah bangsa yang majemuk dalam pelbagai hal di antaranya adalah agama dan ras.

Menurut Yudi Latief, khusus soal ras, Papua Melanesia adalah ras tertua yang diam di tanah Nusantara. Selain itu, ada pula ras Mongoloid, yang terdiri dari Asiatic Mongoloid dan American Mongoloid.

“Orang Indian sampai Eskimo itu juga Mongoloid. Jadi saudara, antara Ahok dan Sandi itu rasnya identik. Ya. Kesalahan memahami ini, ini kita bisa bunuh-bunuhan,” kata Yudi Latief seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Sabtu 12 Agustus 2017.

Sementara, Ahok adalah terpidana kasus penistaan agama yang dihukum 2 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Mei lalu. Lain itu, Ahok juga sebelumnya menggandeng Djarot Saiful Hidayat sebagai pasangannya dalam Pilkada DKI Jakarta.

Sedangkan, Sandiaga Uno adalah wakil gubernur DKI Jakarta terpilih dalam Pilkada tersebut. Dirinya bersama dengan gubernur terpilih, Anies Baswedan, akan memimpin Jakarta pada Oktober mendatang.

Selanjutnya, sejumlah pihak menilai Pilkada DKI Jakarta diwarnai dengan sentimen agama dan ras yang menguat. Hal itu yang membuat gesekan antara warga terjadi saat Pilkada tersebut berlangsung.

Selain itu, ditegaskan Yudi Latief, terkait hal ini Indonesia juga majemuk dalam arti suku, budaya dan lain-lain.

Karena, menurut Yudi Latief, Indonesia dengan skala pecahan agama, ras, adat, dan lainnya tidak akan bisa dijumlahkan menjadi kebersamaan kecuali Indonesia memiliki penyebut yang sama.

“Penyebut bersama itu namanya Indonesia, sedangkan nilai-nilai yang mempertemukan kita dari segala keragaman itu terkristal dalam nilai-nilai Pancasila,” tegas Yudi Latief.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari Sabtu 12 Agustus 2017 meresmikan peluncuran Penguatan Pendidikan Pancasila di IPB International Convention Center, yang juga dihadiri sejumlah tokoh antara lain Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Dewan Pengarah UKP-PIP.

Selain itu, ada pula jajaran menteri lainnya, diantaranya Menko Polhukam Wiranto dan Menristekdikti Muhammad Nasir. Acara itu juga dihadiri oleh 500 lebih mahasiswa dari pelbagai kampus.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR