Muhammad-Nasir
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian kembali berhasil mengungkap pembuatan ijazah palsu di Tambora, Jakarta Barat. Menurut Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir tegas meminta pelaku kecurangan tersebut ditangkap.

“Tidak boleh ada kecurangan, harus habis ditangkap,” kata Muhammad Nasir di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017 kemarin.

Lebih lanjut, ditegaskan Muhammad Nasir, pihaknya menyerahkan penindakan terhadap pemalsu ijazah kepada Kepolisian. Lain itu, dirinya juga awas dengan potensi penyalahgunaan ijazah ini.

Sementara, dikatakan Muhammad Nasir, pemerintah telah melakukan beragam tindakan seperti pemberian hologram kepada ijazah yang hendak diterbitkan. Tetapi, selalu ada cara bagi pemalsu ijazah untuk berbuat nakal.

“Semuanya orang yang namanya mau berbuat jahat, semua cara dilakukan,” kata Muhammad Nasir.

Selanjutnya, Muhammad Nasir juga menjelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar ijazah palsu tidak disalahgunakan oleh calon wakil rakyat. Mereka yang menggunakan ijazah palsu akan ditindak oleh polisi.

Selain itu, Muhammad Nasir juga mengingatkan, pemerintah telah memiliki pangkalan data untuk mengecek keaslian ijazah seseorang. Sedangkan, publik yang merasa ragu dengan ijazah seseorang bisa memanfaatkan layanan ini.

“Silahkan cek di pangkalan data, biasanya namanya sistem penilaian civil, sistem evaluasi ijazah secara online dan tak datang ke kantor. Jadi nanti dicek, apakah terdaftar lulusan sana,” ucap Muhammad Nasir.

Sementara, Polda Jawa Barat (Jabar) menggerebek sebuah rumah di Gang Siaga I, Jalan Pangeran Tubagus Angke, Tambora, Jakarta Barat, Selasa 8 Agustus 2017. Penggerebekan dilakukan setelah polisi berhasil mengungkap kasus pemalsuan ijazah di Bandung.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan, Ditreskrim Polda Jabar mengungkap sebuah kasus penggelapan atas laporan dari manajemen Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Barat. Bank tersebut merasa ada kebocoran anggaran sebesar Rp34 miliar.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR