Panglima-TNI-Jenderal-Gatot-Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa 70 persen konflik di dunia disebabkan perebutan sumber energi dan minyak, bahkan konflik tersebut akan terus terjadi hingga hasil minyak dan energi sudah habis.

“Saya pastikan 70 persen konflik karena perebutan energi minyak. Energi fosil tidak bisa terbarui, tetapi tergantikan dan kritis,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo dalam kuliah umum di London School of Public Relations (LSPR), Jakarta, Jumat, 11 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Jenderal Gatot Nurmantyo mencontohkan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah (Arab Spring) lebih banyak dipicu perebutan energi dan minyak dari berbagai negara di bumi ini karena di sana merupakan wilayah penghasil minyak.

“Kita lihat Irak, Libya, Saudi Arabia dan yang kini masih terjadi adalah Suriah. Wilayah-wilayah itu penghasil minyak terbesar di dunia. Apa yang terjadi lebih karena perebutan energi,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo.

Alumni Akademi Militer (Akmil) 1982 itu menyebutkan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah melihat hal tersebut. Bahkan saat mengunjungi Irak, Donald Trump pernah mengatakan ISIS tidak pernah ada jika AS bisa menguasai minyak.

“Jangan heran jika Trump lalu memilih menteri luar negeri sebagai orang yang bekas bos di Exxon Mobil. Pintar dia,” ungkap Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, menurut Jenderal Gatot Nurmantyo perebutan energi dan minyak tersebut tidak harus negara yang berkepentingan terjun langsung ke lapangan. Biasanya negara yang berkepentingan justru menggunakan warga setempat dengan mengadu-domba dan agitasi.

Selanjutnya, Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, setelah energi minyak sudah mulai habis sekitar tahun 2056, maka akan terjadi krisis pangan dan krisis air. Negara-negara lain akan mengincar energi pangan, air yang dimiliki negara yang berada di dalam ekuator.

“Negara-negara diluar ekuator yang berjumlah sekitar 9,8 miliar orang akan mengincar negara-negara di dalam ekuator, seperti negara ASEAN, Kolombia, Meksiko dan lainnya untuk mengincar energi pangan dan air yang dimilikinya,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo.

Negara-negara di luar ekuator, menurut Jenderal Gatot Nurmantyo, akan melihat Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya.

“Tadinya ke Arab Spring, sekarang banyak negara yang melirik wilayah ekuator. Negara lain akan melirik Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah, garis pantai terpanjang kedua di dunia dan banyak pangannya. Ini sangat rawan bagi Indonesia,” tegas Jenderal Gatot Nurmantyo.

Selain itu, Presiden RI Pertama, Soekarno, pernah menyatakan kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara lain di dunia.

“Presiden Joko Widodo juga pernah berkata, ‘Kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka buat Indonesia’,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo.

Oleh karena itu, Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bangsa Indonesia supaya hati-hati. Jangan sampai negara ini pecah karena diadudomba dengan tujuan mengeruk minyak dan energi, seperti yang terjadi di Suriah.

“Kita semua harus hati-hati. Kalau kita masih berselisih, mudah diadudomba, maka Indonesia akan menjadi ladang konflik di masa mendatang. Benih-benih sudah ada, tetapi jangan sampai terjadi konflik antarsesama,” tandas Panglima TNI itu.

loading...