Ibas-2
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau Ibas, berikan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pacitan, Kamis, 10 Agustus 2017. (foto: Harian Pijar/Handout via TG EBY JATIM VII)

PACITAN, harianpijar.com – Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) atau yang lebih akrab disapa Ibas, mengimbau masyarakat agar semakin selektif mencerna informasi-informasi yang berpotensi merusak persatuan bangsa termasuk yang disampaikan oleh elit-elit politik nasional.

Hal itu disampaikan Ibas saat membawakan materi sosialisasi penguatan pemahaman empat pilar kebangsaan di Balai Desa Dadapan Kecamatan Pringkuku, Pacitan, Jawa Timur, Kamis, 10 Agustus 2017.

Menurut Ibas, seorang politisi sebaiknya bisa mengedepankan etika dan politik santun sehingga tak sepatutnya memberikan pernyataan-pernyataan kontroversial atau sensasi yang justru hanya membuat gaduh keadaan.

“Politisi seharusnya bisa menyampaikan sesuatu yang baik dan membuat suasana lebih tenang, bukan sebaliknya justru membuat kegaduhan baru, hal itu menyesatkan,” kata Ibas dalam keterangannya yang diterima harianpijar.com.

Lebih lanjut, Ibas menegaskan Partai Demokrat merupakan partai untuk semua golongan dan lapisan masyarakat sehingga pernyataan salah satu elit politik nasional yang secara gamblang menyatakan bahwa di Indonesia terdapat sejumlah partai politik yang mendukung sistem negara khilafah.

“Sangat tidak benar dan masuk akal karena sejak awal berdiri Partai Demokrat adalah partai semua golongan dan jelas azas kami pancasila dengan mengedepankan nasionalis religius, justru kamilah yang selalu menyuarakan dan mengaplikasikan semangat kebhinnekaan dan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar anggota komisi x DPR RI itu.

Selain itu, Ibas meminta agar orang yang sudah merendahkan partainya untuk segera meminta maaf di depan publik. “Saya meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf dan mengklarifikasi ucapannya yang tendensius dan bermuatan politik tersebut,” kata Ibas.

Oleh karena itu, lanjut Ibas, sudah seharusnya politisi mampu menjaga ucapannya dan menjauhkan diri dari pikiran kotor, Ibas juga meminta semua pihak memaknai pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Jauhilah sifat piktor (pikiran kotor), jadikan pancasila sebagai alat pemersatu bukan alat untuk memecah belah, apalagi membuat negara kita seperti terkotak-kotak,” tandasnya.

loading...