Tjahjo-Kumolo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyebut kasus dugaan suap terkait penanganan kasus korupsi dana desa yang melibatkan perangkat pemerintah di Pamekasan, Jawa Timur, membuat pemerintah “angkat tangan”.

Selain itu, Tjahjo Kumolo mengatakan kasus ini sangat parah karena melibatkan Bupati Pamekasan, Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Inspektorat dan Kepala Bagian Administrasi, hingga Kepala Desa. Tak hanya itu, para pejabat daerah ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Kami sudah angkat tangan lah. Memang ini kasus Pamekasan sudah parah. Parah karena melibatkan Bupati, Kejaksaan, Irjennya, dan kepala desanya,” kata Tjahjo Kumolo, di Jakarta, pada Kamis, 10 Agustus 2017.

Padahal, kata Tjahjo Kumolo, berbagai upaya penguatan aparat pengawas dana desa sudah dilakukan pemerintah. Demikian pula langkah antisipasi dan pencegahan penyelewengan dana desa.

“Sebenarnya tupoksi Kemendagri dan Kementerian Desa sudah sesuai dengan alur yang ada. Semua proses sudah berjalan. KPK sudah terlibat sejak dari awal. Irjen dan BPKP juga sudah sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Tjahjo Kumolo.

Oleh karena itu, menurut Tjahjo Kumolo, dengan upaya yang telah dilakukan pemerintah kesalahan bukan pada aturan atau sistem. Melainkan, pada mental oknum.

“Kalau masih terjadi ya kembali ke mental-mental oknumnya. Penguatan aparatur desa juga sudah cukup masif,” kata Tjahjo Kumolo.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, aturan yang dibuat pemerintah sudah baik. Meskipun begitu, Eko Putro Sandjojo mengakui, masih perlu dilakukan perbaikan.

“Pengawasan sudah berlapis-lapis. Dari pusat ke daerah kabupaten/kota. Jadi sudah berlapis-lapis. Tapi kami terbuka melihat aturannya disederhanakan tapi lebih efektif. Sesuai arahan Presiden aturannya disederhanakan,” jelas Eko Putro Sandjojo.

loading...