Febri-Diansyah
Juru bicara KPK Febri Diansyah. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melengkapi berkas perkara pejabat pembuat komitmen di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu, Amin Anwari dan Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjudo, Murni Suhardi. Lain itu, penyidik melimpahkan berkas perkara dan status tersangka kedua penyuap Kasie III Intel Kejati Bengkulu, Parlin Purba tersebut ke jaksa penuntut umum.

“Hari ini dilakukan pelimpahan tahap dua dari penyidikan ke penuntutan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa 8 Agustus 2017.

Menurut Febri Diansyah, penuntut umum KPK memiliki waktu sedikitnya 14 hari untuk menyusun berkas dakwaan kedua tersangka, sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu. Setelah dilimpahkan ke Pengadilan, keduanya akan segera menjalani persidangan.

Lebih lanjut, dikatakan Febri Diansyah, kedua tersangka saat ini sudah diberangkatkan ke Bengkulu dan ditahan di Rumah Tahanan Kelas II A Bengkulu. Keduanya akan menjalani persidangan di PN Bengkulu.

“Para tersangka dipindahkan ke Rutan kelas II A Bengkulu. Saat ini dalam perjalanan ke Bengkulu,” kata Febri Diansyah.

Sementara itu, tersangka dalam kasus ini, Amin Anwari dan Murni Suhardi hari ini menandatangi berkas pelimpahan milik masing-masing. Lain itu, Amin Anwari dan Murni Suhardi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap upaya penghentian pengumpulan bukti dan keterangan terkait sejumlah proyek di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Bengkulu.

Selanjutnya, kedua tersangka diduga memberikan sejumlah uang kepada Parlin Purba, selaku jaksa di Kejati Bengkulu untuk menghentikan pengumpulan bukti dan keterangan. Parlin Purba diduga telah menerima uang Rp10 juta dari Amin Anwari dan Murni Suhardi. Sementara, KPK juga menduga sudah ada pemberian sebelumnya kepada Parlin Purba sebesar Rp150 juta.

SUMBERSuara
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR