Kombes-Argo-Yuwono
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (foto: NET/Luther Hutagaol)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terus berupaya mencegah berulangnya tindakan main hakim sendiri. Lain itu, salah satunya dengan merangkul RT, RW, dan Lurah.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, pihaknya segera akan meningkatkan dan mengaktifkan kembali pranata sosial di masyarakat.

“Jadi nanti pranata sosial di masyarakat akan kami tingkatkan. Pranata sosial ada apa aja, ada pak RT, pak RW, pak Lurah, kita hidupkan kembali,” kata Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa 8 Agustus 2017.

Lebih lanjut, ditegaskan Kombes Argo Yuwono, adanya sinergi antara warga dan polisi dinilai mampu membendung tindakan main hakim sendiri. “Jadi sistem untuk rasa saling memiliki itu kami hidupkan kembali. Sehingga nanti ada komunikasi antarwarga itu, tak terjadi kembali,” tegas Kombes Argo Yuwono.

Seperti diberitakan, polisi berjanji akan mengusut tuntas insiden dibakarnya MA, lantaran diduga mencuri amplifier.

Sejumlah saksi akan dimintai keterangan. Termasuk, warga yang menuduh MA mengambil amplifier masjid. MA diketahui tukang servis sound system.

Sementara, dikatakan Kombes Argo Yuwono, warga yang terlibat dalam pembakaran itu bukan tidak mungkin kena jerat hukum. “Kita cek toh, posisinya sebagai apa. Namanya orang salah, tapi nanti kita cek Polres Bekasi,” kata Kombes Argo Yuwono.

Sedangkan, MA dibakar hidup-hidup lantaran diduga mencuri amplifier milik Musala Al-Hidayah di Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Lain itu, warga yang emosi langsung mengejar dan menangkapnya hingga akhirnya MA dibakar hingga tewas.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR