JAKARTA, harianpijar.com – Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menilai pengurus DPP Golkar tidak solid dalam menyikapi status tersangka yang disematkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

“Sesungguhnya tidak semua pengurus DPP sama pandangannya tentang dukungan terhadap Setya Novanto sebagai ketua umum setelah ditersangkakan,” kata Perwakilan GMPG Ahmad Doli Kurnia dalam keterangan tertulis, Jumat 4 Agustus 2017.

Menurut Ahmad Doli Kurnia, penilaian itu setelah GMPG melakukan pertemuan dengan sejumlah pengurus DPP Golkar, termasuk Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai. Selain itu, pertemuan digelar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat kemarin.

“Dari pembicaraan kami dan beberapa pertemuan dengan pengurus DPP sebelumnya banyak yang pandangannya sama dengan GMPG bahwa Golkar harus segera diselamatkan dengan segera memilih ketua umum yang baru. Artinya pernyataan solid yang selama ini didengungkan itu adalah semu,” kata Ahmad Doli Kurnia.

Lebih lanjut, ditegaskan Ahmad Doli Kurnia, pihaknya mempertanyakan kebenaran informasi adanya pembicaraan mengarah pada penarikan dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Pertemuan berlangsung di lantai 46 Bakrie Tower.

Selain itu, dikatakan Ahmad Doli Kurnia, dukungan dan pencalonan Jokowi sebagai calon Presiden di 2019 selama ini tidak tulus. Bahkan, dukungan itu sarat dengan kepentingan yang sangat pribadi dan kelompok, bukan karena didasari visi kebangsaan dan kepentingan negara.

“Dengan seperti itu sudah semakin menjadi keharusan perlunya segera pergantian kepemimpinan di Golkar,” kata Ahmad Doli Kurnia.

Sementara, Ahmad Doli Kurnia juga mengklaim pihaknya sudah dapat memetakan sejumlah pengurus Golkar yang mendukung gerakan golkar bersih. Lain itu, gerakan ini penting untuk menyelamatkan masa depan partai.

SUMBERMetrotvnews
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR